JAKARTA - Pergerakan pasar saham domestik pada awal pekan ini kembali menjadi sorotan pelaku pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak dalam rentang tertentu di tengah meningkatnya kehati-hatian investor terhadap berbagai sentimen ekonomi global maupun domestik.
Tekanan terhadap IHSG tidak hanya berasal dari dinamika pasar global, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor dalam negeri yang berkaitan dengan kebijakan fiskal serta kondisi ekonomi nasional. Beberapa lembaga pemeringkat internasional yang memberikan pandangan terbaru terhadap prospek utang Indonesia turut memengaruhi sentimen pasar.
Di sisi lain, sejumlah analis tetap melihat peluang pergerakan IHSG yang relatif stabil pada pekan ini. Meski sempat mengalami tekanan pada perdagangan sebelumnya, indeks saham domestik diperkirakan masih mampu bertahan di kisaran level psikologis tertentu.
Baca JugaCek Tabel Cicilan KUR BRI Maret 2026 Pinjaman Rp50 Juta, Simulasi, Plafon, Syarat dan Cara Pengajuan
Pelaku pasar pun diimbau untuk tetap mencermati berbagai sentimen yang dapat memengaruhi arah pergerakan IHSG, baik dari sisi global maupun domestik.
IHSG Diperkirakan Bertahan di Level 7.000
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan betah bergerak pada level 7.000 pekan ini. Investor diperkirakan masih akan berhati-hati, imbas dari revisi outlook utang Indonesia oleh beberapa lembaga pemeringkat.
Equity Analyst Indo Premier Sekuritas David Kurniawan menjelaskan sejumlah sentimen global dan domestik mendorong pelemahan IHSG pekan lalu.
Dari global, sentimen datang dari Fitch Ratings yang merevisi outlook peringkat utang Indonesia menjadi Negatif dari sebelumnya Stabil.
"Perubahan ini menjadi sinyal bahwa pasar global mulai lebih mencermati disiplin fiskal dan arah kebijakan anggaran pemerintah," tulis David.
Perubahan outlook tersebut membuat sebagian investor memilih untuk bersikap lebih hati-hati dalam menempatkan dana di pasar saham domestik.
Sentimen Fiskal dan Arus Keluar Dana Asing
Selain sentimen global, faktor domestik juga turut memengaruhi pergerakan IHSG dalam beberapa waktu terakhir.
David menjelaskan bahwa adanya risiko fiskal atau fiscal policy at risk menjadi salah satu perhatian investor. Beberapa kebijakan ekonomi yang lebih agresif untuk mendorong pertumbuhan, seperti peningkatan penyaluran kredit serta program belanja sosial, dinilai menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian pelaku pasar.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai disiplin fiskal serta kepastian arah kebijakan ekonomi pemerintah ke depan.
Situasi ini ikut memicu arus keluar dana asing dari pasar saham dan obligasi Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.
Untuk sepekan ke depan, David memproyeksikan IHSG berada di support 7.400 dan resistance 7.900.
David mengimbau para trader dan investor untuk mencermati sentimen rating risk dan tensi geopolitik.
"Fokus utama pelaku pasar pada pekan depan kemungkinan masih tertuju pada stabilitas sentimen investor terhadap ekonomi domestik, terutama setelah revisi outlook utang Indonesia oleh Fitch Ratings yang memicu kehati-hatian di pasar," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pelaku pasar juga akan memperhatikan apakah tekanan jual dari investor asing mulai mereda.
Perdagangan Pagi: IHSG Sempat Anjlok
Pada perdagangan hari ini, IHSG sempat mengalami tekanan tajam sejak sesi pembukaan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia mengalami tekanan tajam pada sesi pembukaan. Indeks dibuka pada leel 7.339,05 lalu semakin turun menjadi 7.278,65 pada pukul 09.09 WIB alias turun 4,05% ke level.
Penurunan harga saham tidak hanya terjadi pada indeks utama, tetapi juga merata pada berbagai indeks sektoral dan tematik di pasar saham domestik.
Indeks saham berkapitalisasi besar dalam LQ45 tercatat turun 3,95% ke level 745,415.
Sementara itu, IDX30 melemah 3,83% menjadi 394,378 dan IDX80 terkoreksi 4,36% ke posisi 113,751.
Tekanan juga terlihat pada indeks saham berbasis syariah. Jakarta Islamic Index (JII) mencatat penurunan paling dalam di kelompok ini, yakni 5,36% ke level 479,524.
Sementara itu, JII70 turun 5,10% ke 182,520 dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 4,72% menjadi 254,404.
Indeks saham tematik dan sektoral juga mengalami koreksi. Indeks Kompas100 turun 4,60% ke posisi 1.010,823, sedangkan indeks Bisnis-27 melemah 3,55% menjadi 490,441 dan Investor33 turun 3,14% ke 389,404.
Secara sektoral, indeks sektor bahan baku mencatat penurunan paling dalam, yakni 7,69% ke posisi 2.015,059.
Disusul sektor siklikal yang turun 5,85% ke level 983,275 serta sektor infrastruktur yang melemah 5,97% menjadi 1.924,188.
Indeks sektor energi turut terkoreksi 4,17% ke posisi 3.804,767.
Sektor transportasi dan logistik turun 4,60% menjadi 1.785,590, sedangkan sektor industri melemah 4,42% ke level 1.793,802.
Adapun sektor properti dan real estat turun 4,26% ke posisi 939,391, sementara sektor barang konsumsi nonprimer terkoreksi 4,03% menjadi 700,179.
Meski demikian, beberapa sektor mencatat penurunan yang relatif lebih terbatas.
Indeks sektor kesehatan turun 2,06% ke level 1.823,748 dan sektor teknologi melemah 2,94% menjadi 7.625,767.
Sektor keuangan menjadi salah satu yang paling mampu menahan tekanan pasar. Indeks sektor ini hanya turun 1,78% ke posisi 1.374,790.
IHSG Mulai Mengurangi Tekanan
Seiring berjalannya perdagangan, IHSG mulai memperkecil pelemahan yang terjadi pada sesi pembukaan.
Pada perdagangan pukul 10.04 WIB, indeks kembali mendaki ke level 7.318,16 atau melemah -3,53%.
Dikuti dari laman BEI, secara sektoral IDXENERGY bergeser ke level 3.815,709 atau melemah -3,90%.
Sektor dasar atau IDXBASIC mengurangi pelemahan jadi 2.047,913 (-6,18%).
Sedangkan IDXINDUST melemah -5%, IDXNONCYC (-3,51%), IDXCYCLIC (-5,43%), IDXHEALTH (-2,3%), IDXFINANCE (-2,02%), IDXPROPERT (-4,04%), IDXTECHNO (-1,32%), IDXINFRA (-5,44%), serta IDXTRANS (-4,43%).
Rekomendasi Saham Pekan Ini
Selain memantau pergerakan indeks, investor juga biasanya mencermati saham-saham yang direkomendasikan oleh analis.
Indo Premier Sekuritas menjagokan saham DAAZ dengan target price (TP) atau target harga Rp4.200, ELSA dengan TP Rp900, dan SIMP dengan TP Rp685 untuk pekan ini.
Sementara itu, tim riset Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini melemah menguji level 7.480. Jika tembus, maka IHSG berpeluang menguji support berikutnya di 7.250-7.300.
Keraguan ini seiring sentimen geopolitik juga data tenaga kerja di Amerika Serikat.
Data inflasi dan tenaga kerja di tengah potensi meningkatnya inflasi karena kenaikan harga energi menimbulkan kekhawatiran akan potensi terjadinya stagflasi.
Istilah stagflasi mengacu kepada kondisi ekonomi yang stagnan namun harga meningkat (inflasi).
Data inflasi sendiri akan diumumkan AS pekan ini. Data yang sama juga akan dirilis oleh China untuk kondisi di dalam negerinya.
Phintraco Sekuritas juga menyebut investor mencermati realisasi defisit APBN sebesar Rp135,7 triliun atau 0,53% dari PDB di Februari 2026, lebih tinggi dari tahun lalu yang sebesar 0,13%.
Realisasi pendapatan negara sebesar Rp358 triliun atau 11,4% dari target APBN 2026, meningkat dari Rp317,4 triliun di Februari 2025.
Sementara itu, realisasi belanja negara Rp493,8 triliun, naik 41,9% YoY yang terutama didorong oleh program MBG, bansos, belanja pegawai, belanja kementerian/lembaga dan subsidi.
Adapun sejumlah saham yang menjadi top picks Phintraco Sekuritas pekan ini adalah WIIM, DOOH, NCKL, MEDC, BREN, dan TPIA.
Mazroh Atul Jannah
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Eagle High Plantations Terbitkan Obligasi Berkelanjutan Tahap 4 Tahun 2026
- Senin, 09 Maret 2026
Hunian Komersial PKG Berpotensi Tinggi, Subsidi Tetap Stabil Dan Berkualitas
- Senin, 09 Maret 2026
Strategi Chandra Asri Tingkatkan Nilai Tambah Domestik Dan Daya Saing Regional
- Senin, 09 Maret 2026
Berita Lainnya
Eagle High Plantations Terbitkan Obligasi Berkelanjutan Tahap 4 Tahun 2026
- Senin, 09 Maret 2026
Hunian Komersial PKG Berpotensi Tinggi, Subsidi Tetap Stabil Dan Berkualitas
- Senin, 09 Maret 2026
Strategi Chandra Asri Tingkatkan Nilai Tambah Domestik Dan Daya Saing Regional
- Senin, 09 Maret 2026







