Breaking

Penumpang KRL Yogyakarta-Solo Tembus 22 Juta Orang, Mobilitas Melaju

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Sabtu, 25 April 2026
Penumpang KRL Yogyakarta-Solo Tembus 22 Juta Orang, Mobilitas Melaju
Ilustrasi Penumpang KRL Yogyakarta-Solo Tembus 22 Juta Orang, Mobilitas Melaju

YOGYAKARTA – Angka penumpang KRL Yogyakarta-Solo tembus 22 juta orang mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel yang efisien.

Lonjakan angka ini menjadi indikator kuat bahwa ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi untuk perjalanan antar provinsi mulai berkurang secara signifikan.

Pertumbuhan volume pengguna terus menunjukkan tren positif terutama pada periode akhir pekan dan hari libur nasional.

"Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari warga, di mana total penumpang KRL Yogyakarta-Solo tembus 22 juta sejak pertama kali dioperasikan hingga saat ini," ujar Anne Purba, sebagaimana dilansir dari republika.co.id, Sabtu (25/4/2026).

Anne Purba berpendapat bahwa kemudahan akses pembayaran dan ketepatan waktu menjadi faktor utama yang menarik minat kaum komuter serta wisatawan lokal.

Fasilitas stasiun yang terus diperbaiki turut memberikan rasa nyaman bagi kelompok lansia, disabilitas, hingga anak-anak selama menunggu jadwal keberangkatan.

Pemerintah daerah setempat menyambut baik capaian ini karena berdampak langsung pada penurunan kepadatan lalu lintas di jalur utama Klaten-Solo.

Penyediaan kapasitas angkut tambahan seringkali dilakukan pada jam sibuk guna memastikan tidak ada penumpukan penumpang di area peron stasiun besar.

Harga tiket yang tetap dipatok sebesar 8000 rupiah membuat moda ini menjadi pilihan paling ekonomis bagi para pekerja yang melaju setiap hari.

Pihak operator berkomitmen untuk terus menjaga kebersihan unit kereta dan meningkatkan frekuensi perjalanan seiring dengan meningkatnya permintaan pasar.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua