Breaking

Kecelakaan Pelintasan Sebidang Kereta Api Jadi Masalah Berulang

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Selasa, 05 Mei 2026
Kecelakaan Pelintasan Sebidang Kereta Api Jadi Masalah Berulang
Ilustrasi Pelintasan Sebidang Kereta Api

JAKARTA - Insiden kecelakaan di pelintasan sebidang kereta api terus menjadi persoalan serius yang memerlukan langkah komprehensif dari pemerintah dan masyarakat.

Tragedi demi tragedi yang merenggut nyawa di jalur besi menegaskan urgensi penataan ulang sistem keamanan transportasi nasional secara menyeluruh.

“Evaluasi pelintasan sebidang harus dilakukan oleh pemerintah dengan melibatkan KAI dan pihak terkait lainnya secara berkala, karena pada prinsipnya pelintasan sebidang dapat dibuat tidak sebidang, ditutup, ataupun ditingkatkan keselamatannya,” ujarnya secara virtual, Senin malam (4/5/2026).

Joni Martinus berpendapat, bahwa butuh penindakan yang tegas bagi setiap pelanggar rambu di pelintasan sebidang agar menimbulkan efek jera dan meningkatkan kedisiplinan para pengguna jalan.

Data statistik menunjukkan tren yang mengkhawatirkan dengan ratusan nyawa melayang akibat benturan di titik-titik persimpangan rel selama beberapa tahun terakhir.

Upaya penutupan jalur ilegal terus dilakukan oleh pihak operator guna meminimalisasi interaksi berbahaya antara kendaraan bermotor dan rangkaian kereta.

Hingga April 2026, tercatat ribuan titik pelintasan yang tidak memenuhi standar keselamatan telah berhasil dinonaktifkan secara permanen.

Bobby Rasyidin selaku Direktur Utama KAI menekankan bahwa keberadaan pelintasan liar menghadirkan risiko besar karena minimnya perangkat pengamanan resmi di lokasi tersebut.

Dukungan finansial dari pusat senilai 4 triliun rupiah menjadi angin segar bagi percepatan pembangunan fasilitas flyover maupun underpass di area rawan.

Masyarakat diminta untuk mematuhi aturan baku yang mewajibkan setiap pengendara berhenti dan memastikan situasi aman sebelum melintasi rel.

Anne Purba menyampaikan bahwa kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak sehingga disiplin saat melintas menjadi hal yang sangat vital.

Sosialisasi secara masif terus digencarkan ke sekolah-sekolah dan pusat keramaian untuk membangun kesadaran kolektif tentang bahaya menerobos palang pintu.

Investigasi mendalam oleh pihak berwenang terhadap insiden maut di Bekasi diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi perbaikan sistem operasional ke depan.

Keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya tanggung jawab operator semata, melainkan hasil kolaborasi antara regulasi yang kuat dan kepatuhan publik yang tinggi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua