Breaking

Rahasiakan Kematian, Keluarga di China Bikin Kloning AI untuk Ibu

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Senin, 25 Mei 2026
Rahasiakan Kematian, Keluarga di China Bikin Kloning AI untuk Ibu
Ilustrasi Kloning AI. (Sumber: NET)

CHINA - Inovasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) waktu ini sanggup memproduksi avatar atau tiruan digital dari profil seseorang.

Kapabilitas tersebut juga dipakai demi menghadirkan kembali figur individu yang telah meninggal dunia.

Pembuatan replika digital seseorang tidak selalu ditujukan bagi kepentingan pekerjaan ataupun riset yang rumit.

Fungsi ini bahkan dapat diterapkan untuk urusan yang sangat intim dalam lingkaran domestik.

Peristiwa semacam ini menimpa sebuah keluarga di China.

Seorang Ibu sama sekali tidak menyadari bahwa selama ini dirinya berkomunikasi dengan replika kecerdasan buatan dari anaknya yang telah wafat dalam insiden kecelakaan jalan raya.

Pihak keluarga sengaja merahasiakan musibah tersebut mengingat sang Ibu mengidap gangguan jantung.

Sebagai solusinya, pihak keluarga secara rahasia merancang avatar AI yang menyerupai mendiang putra mereka.

Wujud kecerdasan buatan tersebut yang secara konsisten berinteraksi dengan Ibu melalui panggilan video.

Wanita paruh baya itu dilaporkan tidak menduga kalau figur yang rutin bercakap-cakap dengannya hanyalah sebuah program tiruan AI, bukan anak kandungnya yang asli.

Kisah tersebut pertama kali dipublikasikan oleh media setempat, Litchi News.

Untuk memproses replika kecerdasan buatan ini, cucu dari wanita tersebut menyerahkan berkas foto, dokumentasi video, serta berkas audio almarhum kepada vendor teknologi AI demi menghasilkan duplikat digital yang mampu bercakap-cakap seperti manusia riil.

Dalam sebuah sesi dialog, sang ibu menyatakan perasaan rindu yang mendalam kepada putranya dan mendambakan perjumpaan tatap muka.

"Kamu harus lebih sering menelepon, agar Ibu tahu apakah kamu baik-baik saja atau tidak di sana," kata wanita berusia 80-an tahun itu.

Program tiruan digital tersebut lantas membalas percakapan seakan dirinya adalah anak kandung wanita itu sendiri.

"Iya, bu. Akan tetapi aku terlalu sibuk, jadi tidak bisa berlama-lama mengobrol. Jaga diri baik-baik ya. Setelah saya punya cukup uang, saya akan pulang," demikian respons AI.

Sementara itu, korporasi AI yang memfasilitasi jasa pembuatan program kloning dalam perkara ini bergurau bahwa lini bisnis mereka sejatinya memanipulasi perasaan manusia.

Kendati begitu, mereka tetap menegaskan kalau misi utamanya adalah memberikan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan dalam mengingat memori orang terkasih.

Di wilayah China, dinamika antara ibu dan replika kecerdasan buatan anaknya ini memicu diskursus hangat di jagat maya.

Banyak netizen berpendapat bahwa keputusan keluarga tersebut sudah melampaui batas dan menilai pemanfaatan AI dalam situasi ini kurang etis.

Sebagian netizen lain beranggapan bahwa opsi keluarga yang secara sembunyi-sembunyi merancang replika AI justru memberikan dampak yang lebih buruk bagi sang ibu dibandingkan dengan menyampaikan fakta yang sebenarnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua