Breaking

Dapur Umum Disiapkan bagi Korban Banjir di Gorontalo Utara

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Selasa, 02 Juni 2026
Dapur Umum Disiapkan bagi Korban Banjir di Gorontalo Utara
Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu turun langsung memboyong BPBD, Dinas Sosial dan organisasi perangkat daerah lainnya, dalam upaya percepatan penanggulangan kedaruratan banjir bandang di Kecamatan Biau. (Sumber: NET)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan pernyataan bahwasanya posko dapur umum kini telah resmi didirikan dengan tujuan memberikan jaminan pasokan logistik bagi ribuan warga yang ikut terdampak oleh musibah bencana banjir bandang akibat luapan Sungai Didingga di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Selasa, memaparkan bahwa agenda pendirian dapur umum tersebut berstatus menjadi skala prioritas utama dalam fase penanganan kedaruratan demi menyalurkan paket pasokan makanan siap saji secara berkala.

"BPBD Kabupaten Gorontalo Utara bersama TNI, Polri, Tagana, relawan, dan aparat terkait, melakukan penanganan pascabanjir, mendirikan dapur umum, serta mendistribusikan logistik makanan bagi warga terdampak," kata dia.

Dirinya memberikan penjelasan bahwa pergerakan taktis yang cepat ini semakin diperkokoh sehabis adanya ketetapan resmi mengenai Status Tanggap Darurat Bencana Banjir yang dikeluarkan lewat Surat Keputusan (SK) Bupati Gorontalo Utara Nomor 116/V/2026 yang dinyatakan berlaku aktif sepanjang 30 hari terhitung mulai tanggal 26 Mei hingga tanggal 24 Juni 2026.

Pihak Direktorat Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melayangkan laporan bahwa bencana hidrometeorologi basah tersebut pada waktu sebelumnya mengamuk di wilayah hilir pada hari Selasa (26/5) yang dipicu oleh faktor guyuran hujan dengan tingkat intensitas yang tinggi, hingga mengakibatkan aliran Sungai Didingga meluap lalu menciptakan genangan air setinggi 40 - 200 centimeter.

Hantaman terjangan banjir bandang tersebut dilaporkan menyasar ke area lima wilayah desa yang berada di Kecamatan Biau, yang di antaranya mencakup Desa Biau, Desa Bualo, Desa Omuto, Desa Didingga, berdampingan dengan Desa Luhuto, dengan akumulasi total warga terdampak menyentuh 2.817 jiwa.

Imbas kerusakan fisik yang ditimbulkan akibat terjangan deras arus sungai ini dinilai sangat signifikan, yang mana tercatat ada tiga unit bangunan rumah warga dilaporkan hanyut terbawa arus, 20 unit rumah menderita kondisi rusak berat, serta 826 unit rumah warga lainnya ikut terendam air.

Pembaruan data seputar kondisi terkini per hari Senin (1/6) memperlihatkan status bahwa genangan banjir di seluruh titik area terdampak dilaporkan telah surut sepenuhnya, namun dinamika di lapangan masih menyisakan tumpukan sisa material kayu beserta endapan lumpur yang tebal di lingkungan permukiman warga.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua