Ngaku Dibegal, Perawat di Probolinggo Ternyata Lukai Diri Sendiri
PROBOLINGGO - Seorang laki-laki bernama Nugroho Priyo Wicaksono yang berasal dari Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, sudah membenarkan bahwa kisah pembegalan yang menimpanya cuma karangan belaka.
Laki-laki yang berprofesi sebagai perawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan tersebut sengaja mengarang kisah dan menyakiti badannya sendiri demi menjual sepeda motor milik sang ayah pada Senin (1/6/2026).
Pernyataan tersebut sudah diutarakan Nugroho saat menjalani proses pemeriksaan di Polsek Kraksaan.
“Saya membuat cerita palsu bahwa saya telah dibegal. Saya melakukan hal tersebut karena kebutuhan ekonomi keluarga,” ujarnya, dilansir dari TribunJatim.
Pada Senin (1/6/2026) malam kira-kira pukul 21.30 WIB, ia menjumpai seorang pembeli lalu menjual sepeda motor Honda Beat tahun 2014 kepunyaan ayahnya senilai Rp 1,5 juta.
Usai transaksi rampung, Nugroho mencoba menyembunyikan penjualan motor tersebut lewat skenario seolah-olah menjadi korban aksi pembegalan di daerah Kraksaan.
Demi memperkuat kisah karangannya, Nugroho lantas membeli silet lalu bertolak ke area di sebelah timur Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Jalan Wahidin Sudiro Husodo, Kraksaan.
Di tempat tersebut, ia menyayat lengan dan kepalanya sendiri supaya terlihat seperti korban dari aksi kriminalitas.
"Saya melukai tangan dan kepala saya sendiri menggunakan silet, kemudian meminta bantuan seseorang yang tidak saya kenal untuk diantar berobat ke RS Waluyojati Kraksaan," jelas Nugroho.
Usai menggoreskan luka di badannya, ia meminta pertolongan warga asing yang lewat untuk mengantarkannya ke RS Waluyojati Kraksaan.
Lewat kesaksiannya kepada petugas penyidik, Nugroho memastikan semua skenario kisah tersebut dikerjakan sendirian tanpa bantuan orang lain.
Sesudah perkara pembegalan palsu di Probolinggo ini terbongkar, Nugroho mengutarakan permintaan maaf kepada publik dan aparat kepolisian karena kabar itu sempat memicu kepanikan.
"Saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Probolinggo dan kepada kepolisian, khususnya Polres Probolinggo, atas informasi yang tidak benar tersebut. Hasil penjualan sepeda motor itu saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari," tegasnya.
Di sisi lain, Kapolsek Kraksaan, Kompol Masykur meminta masyarakat untuk tidak mengarang ataupun mengedarkan kabar dusta lantaran bisa mengusik kedamaian dan ketertiban.
"Kami berharap kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Dengan alasan apa pun, cerita bohong seperti ini dapat meresahkan masyarakat dan mengganggu situasi kamtibmas yang selama ini kondusif," tutur Masykur.
Ia menegaskan perkara dugaan pembegalan di dekat Makam Pahlawan Sidomukti, Kraksaan, itu ialah aduan palsu yang sudah diakui oleh pihak pelapor sendiri.
"Jadi sudah selesai jika informasi dugaan pembegalan di sekitar makan pahlawan itu tidak benar adanya atau laporan palsu dan sudah diakui sendiri oleh korban," pungkasnya