Breaking

Gubernur Jatim Minta Kepala Sekolah Buat Inovasi Baru

GA
Jumat, 05 Juni 2026
Gubernur Jatim Minta Kepala Sekolah Buat Inovasi Baru
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (Sumber: NET)

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau kepada seluruh kepala sekolah agar menghadirkan inovasi serta terobosan demi kemajuan sekolah masing-masing, tidak hanya menjadi sosok pemimpin yang mengurusi masalah administratif.

Khofifah menjelaskan, seorang kepala sekolah harus mempunyai kecakapan dalam membangun budaya belajar, membentuk karakter dari para siswa sekaligus mencetak generasi penerus yang berdaya saing tinggi.

“Kepala sekolah SMA/SMK merupakan ujung tombak yang menerjemahkan kebijakan pendidikan sekaligus layanan pendidikan sehingga dampaknya dirasakan peserta didik dan masyarakat," kata Khofifah, Kamis (4/6/2026).

Sebagai seorang pendidik, kepala sekolah juga diharapkan mampu mengantarkan anak-anak didik yang kompeten dalam meraih berbagai macam pencapaian berprestasi.

Para murid diarahkan sejalan dengan butir-butir pakta integritas yang sebelumnya telah disepakati bersama oleh jajaran kepala sekolah tersebut.

"Inilah sebuah ekosistem pembelajaran yang tidak hanya menyiapkan anak pintar dengan sederet prestasi, tetapi ya pintar,“ sambungnya.

Menurut pandangan Khofifah, Indonesia akan menghadapi momentum bonus demografi pada tahun ini.

Berikutnya, pada tahun 2045 mendatang, para siswa yang sekarang sedang belajar diharapkan dapat mengisi beragam posisi serta jabatan penting di Indonesia.

Di samping itu, Gubernur Khofifah juga menyampaikan pesan agar seluruh kepala sekolah bersama para guru tidak hanya terampil dalam pengelolaan manajemen sekolah, tetapi juga sanggup memberikan inspirasi bagi perbaikan dan membangun budaya mutu yang berjalan secara konsisten.

"Saya berharap saudara sekalian mampu menghadirkan kepemimpinan yang visioner, adaptif dan berorientasi masa depan," pungkasnya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur baru-baru ini sudah mengadakan penyegaran di dalam struktur kepala sekolah pada tingkat SMA/SMK/SLB.

Tercatat sebanyak 65 orang telah resmi dilantik jabatannya sebagai kepala sekolah.

Dari total tersebut, 30 orang di antaranya diketahui merupakan hasil promosi jabatan dari guru menjadi kepala sekolah, sedangkan untuk 35 orang sisanya merupakan hasil dari kebijakan mutasi serta rotasi penugasan.

Para kepala sekolah tersebut sekarang diamanahkan tanggung jawab untuk lebih optimal dalam mengantarkan para siswa mereka agar berhasil lolos dalam proses Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) demi menembus perguruan tinggi negeri.

“Bagaimana mereka punya perencanaan ke depan agar anak-anak mereka yang mereka pimpin bisa lolos SNBP maupun SNBT. Termasuk sekolah kedinasan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Aries Agung Paewai.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua