Breaking

Tren Wisata Glamping di Dieng Kian Digandrungi Para Wisatawan

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Senin, 08 Juni 2026
Tren Wisata Glamping di Dieng Kian Digandrungi Para Wisatawan
Puncak Gunung Setlerep di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. (Sumber: NET)

WONOSOBO - Ketenaran wisata glamping di seputar wilayah Dieng serta area sekelilingnya kian meroket dalam beberapa tahun belakangan.

Menyuguhkan impresi menginap di alam terbuka yang dipadukan dengan sarana modern, glamping saat ini bertransformasi menjadi salah satu opsi favorit bagi pelancong yang berwisata ke Kabupaten Wonosobo.

Wilayah Dieng sendiri tersohor akan pesona alam pegunungan, hawa yang sejuk, serta beraneka objek wisata unggulan yang senantiasa memikat daya tarik turis dari pelbagai wilayah.

Kehadiran glamping pun bertindak sebagai pelengkap yang menyokong impresi berlibur di dataran tinggi Wonosobo.

Lewat sarana yang kian mumpuni serta tolok ukur pelayanan yang senantiasa diperbaiki, para turis diharapkan sanggup meresapi atmosfer alam Dieng dengan rasa aman sekaligus nyaman.

Demi menjamin impresi berwisata yang aman serta nyaman, Pemerintah Kabupaten Wonosobo melangsungkan pemantauan sekaligus edukasi pada rangkaian bisnis glamping yang beraktivitas di wilayah wisata Dieng dan sekelilingnya, Rabu (3/6/2026).

Agenda tersebut dilangsungkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo berkolaborasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dengan disokong oleh Pemerintah Kecamatan Kejajar serta Kecamatan Garung.

Plh Kepala Disparbud Kabupaten Wonosobo, M. Kristijadi, memaparkan bahwa edukasi dilaksanakan selaku bagian dari tindakan otoritas daerah dalam merawat mutu pelayanan sektor pariwisata sekaligus menggaransi tiap-tiap bisnis penginapan menaati tolok ukur yang telah diresmikan.

"Monitoring dan pembinaan ini bukan semata-mata kegiatan pengawasan, tetapi juga bentuk pendampingan pemerintah kepada pelaku usaha agar dapat terus meningkatkan kualitas layanan serta memenuhi standar usaha pariwisata yang telah ditetapkan," kata Kristijadi dalam keterangan resminya pada Kamis (4/6/2026).

Ia menguraikan, sejumlah titik lokasi yang dijadikan target pemantauan di antaranya adalah Glamping Dieng serta Luxcamp by Horison yang berlokasi di Desa Parikesit, Kecamatan Kejajar, Afton Glamping di Desa Sembungan, dan Swiss Van Java Glamping di Desa Mlandi, Kecamatan Garung.

Kelompok kerja melangsungkan pengecekan pada bermacam lini krusial, berawal dari pengelolaan izin, pengaplikasian tolok ukur bisnis pariwisata, kelayakan sarana serta prasarana, mekanisme tata kelola usaha, hingga lini keamanan serta keselamatan para pelancong.

Di samping itu, faktor kesiagaan pihak manajemen dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem turut memicu atensi tersendiri.

Mengingat mayoritas titik lokasi glamping berada di wilayah dataran tinggi dengan keadaan cuaca yang gampang berganti, pihak otoritas menilai lini reduksi risiko menjadi bagian esensial yang wajib diakomodasi oleh manajemen.

Berdasarkan pandangan Kristijadi, faktor keamanan serta keselamatan pelancong menjadi elemen paling utama yang mengontrol mutu dari sebuah objek wisata.

"Pengelola usaha perlu memastikan seluruh sarana dan prasarana dalam kondisi layak, aman digunakan, serta memiliki prosedur mitigasi risiko yang baik. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan wisatawan sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Wonosobo," ujarnya.

Merujuk pada output pemantauan yang dilangsungkan, secara garis besar seluruh bisnis glamping yang didatangi telah berjalan dengan optimal serta sanggup menyuguhkan pelayanan bagi pelancong.

Walau begitu, kelompok kerja masih mendapati beberapa lini yang wajib disempurnakan, khususnya berkaitan dengan kelengkapan berkas izin, pemenuhan tolok ukur bisnis pariwisata, hingga penguatan mekanisme keselamatan serta keamanan para pengunjung.

Seluruh hasil temuan tersebut seketika dipaparkan kepada tiap-tiap manajemen selaku elemen peninjauan serta tindakan lanjut pembenahan.

Kebijakan edukasi ini dinilai krusial mengingat sektor pariwisata bertindak sebagai salah satu motor penggerak finansial daerah.

Ke depannya, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berkomitmen mempertinggi frekuensi edukasi serta pemantauan pada bisnis pariwisata lewat sinergi lintas instansi daerah.

"Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong seluruh pelaku usaha wisata agar mampu menghadirkan layanan berkualitas sekaligus menjaga citra Wonosobo sebagai salah satu destinasi unggulan di Jawa Tengah," kata Dia.

Melalui pemantauan yang berkelanjutan, pihak otoritas menaruh harapan agar sektor wisata glamping di Dieng tidak sekadar menyuguhkan panorama yang elok, melainkan turut memberi garansi keamanan, kenyamanan, serta impresi bermalam yang berkesan bagi tiap-tiap pelancong yang berkunjung.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua