Jaga Stabilitas Harga, Bulog DIY Percepat Penyaluran Bantuan Pangan
YOGYAKARTA - Perum Bulog Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkokoh kebijakan stabilisasi nilai jual pangan lewat akselerasi pendistribusian bantuan pangan beras serta penggelontoran beras dari agenda Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
"Selain itu kami juga mempercepat distribusi Minyakita guna menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat," kata Pemimpin Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi di Yogyakarta, Minggu.
Pemimpin Bulog DIY dengan didampingi Manajer Pengadaan Bulog DIY bersama Satgas Pangan Polda DIY, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian DIY, serta petugas pencatat harga pasar melangsungkan pemantauan secara langsung ke sejumlah pasar tradisional, di antaranya Pasar Prawirotaman dan Pasar Beringharjo.
"Pemantauan langsung dilakukan untuk memastikan ketersediaan komoditas pangan pokok, memonitor perkembangan harga di tingkat pedagang, serta memastikan efektivitas program stabilisasi pangan yang dijalankan pemerintah," kata Dedi Aprilyadi.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan tersebut, nilai jual untuk komoditas beras terpantau berada dalam kondisi stabil serta masih bertengger di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah diresmikan pihak eksekutif, yakni senilai Rp13.500 per kilogram untuk jenis beras medium.
"Selain itu, ketersediaan Minyakita di tingkat pengecer juga terpantau aman dengan harga yang masih berada dalam rentang HET yang ditetapkan pemerintah," katanya.
Ia mengutarakan bahwa ketersediaan stok beras yang masuk dalam pengelolaan Bulog saat periode sekarang menempati posisi yang sangat kuat.
Hingga menginjak fase awal Juni 2026, volume cadangan beras yang diolah oleh Bulog Kanwil Yogyakarta menyentuh nominal kurang lebih 244 ribu ton.
"Jumlah ini sangat memadai untuk mendukung program bantuan pangan, penyaluran SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di wilayah kerja kami," katanya.
Sampai pada tanggal 7 Juni 2026, proses realisasi pengiriman Bantuan Pangan untuk area kerja Bulog Kanwil Yogyakarta sudah menembus kisaran 83 persen dari target yang ditetapkan oleh pihak eksekutif.
Proses distribusi tersebut terus dipacu agar seluruh kelompok penerima manfaat sanggup memperoleh bantuan secara tepat waktu dengan target penyelesaian sampai akhir Juni 2026.
"Percepatan penyaluran bantuan pangan diyakini memberikan dampak langsung terhadap penguatan daya beli masyarakat sekaligus membantu meredam tekanan harga beras di tingkat konsumen. Program ini juga bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat, khususnya kelompok rentan," katanya.
Di samping memutarkan bantuan pangan, Bulog Kanwil Yogyakarta juga terus mengefektifkan proses penyaluran beras SPHP melalui bermacam saluran niaga resmi seperti pasar tradisional, Gerakan Pangan Murah (GPM), kios pangan, hingga jaringan pengecer yang menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah.
"Tidak hanya beras, Bulog juga terus melaksanakan penugasan pemerintah dalam penyaluran Minyakita. Hingga saat ini, Minyakita disalurkan melalui pasar-pasar tradisional yang menjadi lokasi pencatatan SP2KP serta melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di seluruh wilayah DIY, Banyumas, dan Magelang," katanya.
Ia mengimbuhkan, kebijakan penyaluran tersebut dilangsungkan dengan maksud merawat keterjangkauan harga komoditas minyak goreng sekaligus menggaransi pemenuhan stok yang mumpuni bagi warga.
"Beras SPHP and Minyakita merupakan instrumen strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan. Oleh karena itu, distribusinya terus kami percepat dan perluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat," katanya.
Pihak eksekutif menilai bahwa kombinasi antara penyaluran bantuan pangan, distribusi beras SPHP, serta pasokan Minyakita menjadi skema yang berdaya guna dalam memelihara keseimbangan antara ketersediaan barang dan harga di pasar.
Melalui sokongan cadangan yang kokoh serta jaringan distribusi yang tersebar luas, warga tidak perlu dirundung rasa cemas perihal ketersediaan bahan pangan dan risiko munculnya lonjakan harga.
Bulog pun menjamin bahwa seluruh Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang masuk di bawah pengelolaan saat ini berada dalam keadaan yang aman dan siap dikucurkan kapan saja untuk menyokong pelbagai regulasi stabilisasi pangan nasional.
"Kami mengajak masyarakat tetap tenang. Stok beras maupun Minyakita dalam kondisi aman dan distribusi terus berjalan. Bulog bersama Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, Satgas Pangan, dan seluruh pemangku kepentingan terus bekerja memastikan harga pangan tetap stabil serta kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik," katanya.