Breaking

Respons Istana Terhadap Desakan 18 Hari BEM SI untuk Benahi Ekonomi

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Selasa, 09 Juni 2026
Respons Istana Terhadap Desakan 18 Hari BEM SI untuk Benahi Ekonomi
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.(Sumber:NET)

JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan tanggapan atas gerakan BEM Seluruh Indonesia (SI) yang melayangkan ultimatum kepada pemerintah untuk memulihkan kondisi perekonomian nasional dalam tenggat waktu 18 hari.

Prasetyo memaparkan bahwa pihak Istana merespons positif aspirasi yang disalurkan oleh jajaran mahasiswa tersebut.

"Ya tentunya kami menerima aspirasi tersebut ya, sebagai sebuah masukan tentunya kepada pemerintah," ujar Prasetyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Prasetyo mengutarakan bahwa dalam beberapa waktu belakangan, publik bisa mencermati pemerintah betul-betul berkolaborasi dan bekerja keras demi merampungkan macam-macam kendala ekonomi.

Kendati demikian, Prasetyo tidak menepis bahwa memulihkan masalah ekonomi bukanlah urusan yang mudah lantaran dipengaruhi oleh banyak faktor.

"Tapi sekali lagi, kami yakin bahwa langkah-langkah yang kami ambil, dengan koordinasi yang erat, dengan koordinasi yang intens, dengan kebijakan yang saling memperkuat satu sama lain, juga yang hari ini memberi kepastian juga kepada para pelaku usaha, kami yakin kami akan dapat mengatasi permasalahan ini," jelasnya.

Di sisi lain, perihal tenggat waktu 18 hari yang ditetapkan oleh mahasiswa, Prasetyo memberikan penekanan bahwa tidak semua masalah bisa dirampungkan mengacu pada batasan waktu tertentu.

"Ya, kan mohon maaf ya, tidak semua atau tidak segala sesuatu itu bisa dicapai dengan sebuah tenggat waktu yang sudah ditetapkan. Kan begitu. Tidak, tidak semuanya bisa seperti itu," tegas Prasetyo.

"Tapi yakinlah bahwa yang dimaksud juga oleh adik-adik ini kan adalah semangatnya itu. Semangatnya untuk kami semua bagaimana untuk memang bekerja keras terutama di sektor ekonomi," imbuhnya.

Disadur dari Kompas TV, aliansi mahasiswa dari BEM SI terdahulu menggelar aksi unjuk rasa lewat tajuk "Rupiah Sekarat, Rakyat Melarat" di depan kantor perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Jumat (5/6/2026).

Mereka menuntut ultimatum 18 hari supaya pemerintah secepatnya menstabilkan kondisi perekonomian dalam negeri di tengah melemahnya nilai tukar rupiah.

Ketua BEM UNS, Kailani Rizqi Pratama, memaparkan bahwa ketetapan batas waktu itu menjadi bentuk desakan agar pemerintah segera mengambil langkah konkret dalam memperbaiki perekonomian.

"Kalau kita melihat hari ini, untuk rupiah yang melemah sebanyak Rp18.000, kami hari ini berikan tenggat waktu selama 18 hari untuk memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia," kata Kailani dalam aksi yang digelar mahasiswa.

Ia mengimbuhkan, jangka waktu 18 hari itu sengaja dipatok selaku simbolis yang menggambarkan kondisi kurs rupiah yang tengah terpuruk.

"Oleh karena itu, jika dalam waktu 18 hari tidak ada upaya perbaikan, maka jangan salahkan kami selaku mahasiswa untuk nanti melakukan penyegelan-penyegelan yang akan kami lakukan dalam tenggat waktu 18 hari di Kementerian Keuangan," ujarnya.

 

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua