Breaking

Respons FIFA Soal Wasit Somalia yang Ditolak Otoritas Imigrasi AS

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Kamis, 11 Juni 2026
Respons FIFA Soal Wasit Somalia yang Ditolak Otoritas Imigrasi AS
Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan keterangan kepada wartawan. (Sumber: NET)

JAKARTA - Presiden FIFA Gianni Infantino menyesalkan insiden yang dialami oleh wasit asal Somalia Omar Artan, yang mana dirinya gagal menginjakkan kaki di Amerika Serikat (AS) walaupun telah sampai di negara tersebut akibat aksesnya dicekal oleh otoritas setempat.

"Sangat disayangkan apa yang terjadi kepada Omar (Artan) wasit dari Somalia," ujar Infantino, pada sesi konferensi pers di Mexico City, dikutip dari siaran video FIFA, Kamis WIB.

Infantino pun mengimbau kepada seluruh pihak untuk tetap tenang menyikapi persoalan ini dan memastikan bahwa FIFA tidak berdiam diri serta sedang berusaha menemukan solusi paling tepat atas kendala tersebut.

"Sekali lagi, kami tidak bisa mengendalikan segalanya. Kami mencoba, kami akan berdiskusi, kami akan berbicara, kami akan lihat hasilnya nanti. Kami tengah mengerjakan semuanya," tutur Infantino.

Bukan hanya Omar Artan, sebelumnya sejumlah orang mulai dari fotografer tim sampai dengan para pendukung juga terpantau gagal masuk ke wilayah Amerika Serikat lantaran permohonan visa mereka ditolak.

Berdasarkan laporan terdahulu, Omar Artan yang menyandang predikat sebagai wasit terbaik Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) 2025 dan digadang-gadang menjadi wasit pertama dari Somalia yang memimpin laga Piala Dunia, dilarang masuk ke AS.

Pihak otoritas imigrasi di Bandar Udara Internasional Miami menilai Artan tidak memenuhi kriteria dan persyaratan untuk menginjakkan kaki serta menjalankan kegiatan di negara mereka.

Omar Artan pribadi meyakinkan bahwa seluruh berkas dokumennya sudah lengkap walaupun Somalia tercantum sebagai salah satu negara yang berada dalam daftar larangan perjalanan ke AS.

Pasca adanya penolakan tersebut, Artan terpaksa mesti bertolak kembali menuju Istanbul, Turki, yang merupakan titik awal keberangkatannya saat terbang menuju AS.

Guna mengklarifikasi keputusan tersebut, seorang juru bicara Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS memaparkan bahwa Artan telah melewati prosedur "pemeriksaan tambahan" ketika mendarat pada hari Sabtu (6/6).

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua