Breaking

Imbas Kendala Dana, 53 Satuan Pelayanan Gizi Batam Berhenti Operasi

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Kamis, 11 Juni 2026
Imbas Kendala Dana, 53 Satuan Pelayanan Gizi Batam Berhenti Operasi
Ilustrasi mobil angkut milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) (FOTO: NET)

BATAM - Sebanyak 53 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Kota Batam, Kepulauan Riau, menonaktifkan sementara aktivitas dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah pembekuan ini berlangsung di tengah tahapan distribusi dana operasional yang terpantau masih menanti proses transfer ke rekening virtual account (VA) dari tiap-tiap unit SPPG.

Situasi tersebut mengakibatkan rentetan pelayanan penyaluran logistik makanan padat nutrisi bagi warga tidak dapat bergulir secara maksimal dalam kurun beberapa hari belakangan.

Walau begitu, sebagian unit SPPG dikabarkan telah mulai aktif mengudara kembali berbarengan dengan masuknya kucuran dana secara bertahap.

Koordinator Wilayah SPPG Batam, Kepulauan Riau, Defri Frenaldi, memaparkan bahwa penghentian aktivitas operasional dipicu oleh kendala keterlambatan pencairan anggaran yang memayungi pendanaan kegiatan dapur MBG.

“Ketika anggaran di VA sudah masuk, SPPG langsung melayani kembali. Insya Allah besok sudah kembali melayani," ujar Defri di Batam, Rabu (10/6/2026) dikutip dari Antara.

Dirinya meyakinkan jika penonaktifan layanan ini hanyalah berstatus temporer dan bakal berjalan normal kembali sesegera mungkin setelah modal operasional dikantongi oleh masing-masing unit SPPG.

Defri membeberkan bahwa pada periode awal minggu ini total unit SPPG yang sempat lumpuh operasionalnya tercatat berada di angka yang lebih masif.

Kendati demikian, situasi pelik tersebut terpantau mulai berangsur pulih secara perlahan.

"Senin (8/6/2026), jumlah yang berhenti lebih dari 55 SPPG. Sekarang yang tidak operasional tercatat 53. Artinya, sudah ada beberapa SPPG yang kembali beroperasi," katanya.

Fakta tersebut mengindikasikan adanya fase pencairan dana yang mulai bergulir, kendati distribusinya belum merata menyentuh ke segenap unit kerja.

Di luar itu, dirinya menerangkan bahwa sebagian pasokan modal sudah masuk ke dalam rekening unit SPPG tertentu, sehingga sejumlah dapur penyuplai pun telah aktif kembali melayani kebutuhan program MBG.

Berdasarkan publikasi data terkini, tercatat ada sebanyak 147 unit SPPG yang tersebar di pelbagai sudut wilayah Kota Batam.

Dari akumulasi jumlah tersebut, rincian status operasionalnya terbagi ke dalam peta kondisi sebagai berikut: 86 unit SPPG dipastikan telah berjalan aktif, 53 unit SPPG dalam status mati suri sementara, serta 8 unit SPPG dinyatakan belum beroperasi lantaran berstatus sebagai pos pelayanan baru.

Dengan begitu, lebih dari setengah persentase pelayanan sebetulnya masih konsisten berjalan, sekalipun terdapat gangguan teknis pada sebagian kelompok unit akibat keterlambatan pencairan dana.

Melihat dari indikator geografis, penutupan aktivitas operasional SPPG ini tersebar di beberapa teritori kecamatan dengan jumlah unit yang bervariasi.

Komposisi rinciannya mencakup Kecamatan Sagulung dengan catatan 10 SPPG mogok operasi, Kecamatan Batam Kota dengan 9 SPPG mogok operasi, Kecamatan Sei Beduk dengan 9 SPPG mogok operasi, Kecamatan Batu Aji dengan 6 SPPG mogok operasi, serta Kecamatan Sekupang dengan 6 SPPG mogok operasi.

Selanjutnya ada Kecamatan Bengkong dengan 4 SPPG mogok operasi, Kecamatan Nongsa dengan 4 SPPG mogok operasi, Kecamatan Lubuk Baja dengan 3 SPPG mogok operasi, Kecamatan Bulang dengan 1 SPPG mogok operasi, Kecamatan Belakang Padang dengan 1 SPPG mogok operasi, sementara untuk wilayah Kecamatan Batu Ampar beserta Kecamatan Galang secara keseluruhan SPPG dipastikan tetap aktif beroperasi.

Data statistik tersebut memperlihatkan bahwa hambatan operasional tidak terjadi secara seragam, melainkan cenderung menumpuk di zona-zona dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi semisal Sagulung dan Batam Kota.

Defri memberikan penjelasan jika rentang durasi pembekuan operasional terpantau bervariasi pada masing-masing SPPG.

Terdapat unit dapur yang tercatat cuma meliburkan aktivitasnya selama satu hari saja, sedangkan unit lainnya mesti terhenti hingga dua hari atau lebih, yang mana hal itu terikat kuat pada waktu masuknya dana operasional.

Diferensiasi ini mengonfirmasi jika mekanisme pencairan draf anggaran tidak berlangsung secara serentak, melainkan masuk bertahap ke masing-masing dompet virtual account milik SPPG.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua