Breaking

Piala Dunia 2026: Harry Kane Jawab Tudingan Ketergantungan Gol

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Kamis, 11 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Harry Kane Jawab Tudingan Ketergantungan Gol
Harry Kane (FOTO: NET)

JAKARTA - Tim nasional Inggris mendarat di ajang Piala Dunia 2026 membawa motivasi masif demi menyudahi puasa trofi juara yang sudah berlangsung sangat lama.

Skuad The Three Lions memegang ambisi kuat untuk kembali merengkuh piala bergengsi tersebut pasca terakhir kali memenangkannya pada tahun 1966 silam.

Masa penantian yang membentang selama enam dekade ini pastinya menghadirkan beban psikologis tersendiri bagi segenap komponen di dalam tubuh tim nasional.

Para loyalis pendukung Inggris senantiasa menuntut performa paling impresif dari tiap-tiap penggawa yang berlaga di atas rumput hijau.

Atensi publik menjelang bergulirnya kompetisi elite ini kembali mengarah pada tingkat produktivitas sektor ofensif yang dipimpin oleh sang kapten.

Sejumlah kalangan mulai meragukan cetak biru taktik armada racikan Thomas Tuchel yang dinilai terlampau bertumpu pada satu figur saja di area pertahanan lawan.

Kritik perihal ketergantungan urusan membobol gawang ini pada akhirnya terdengar oleh juru gedor utama yang saat ini berkarier di Bayern Munchen.

Harry Kane lantas tidak berdiam diri dan melayangkan argumennya mengenai besarnya ekspektasi yang diletakkan di atas pundaknya.

Menjelang dimulainya turnamen di kawasan Amerika Utara, sang kapten dipastikan tengah berada dalam kebugaran biologis tertinggi yang amat prima.

Catatan performanya yang mengagumkan di kompetisi lokal berbarengan dengan Bayern Munchen memosisikan dirinya sangat layak menjadi kartu as di barisan depan.

Saat mengulas tentang tekanan di panggung akbar selevel Piala Dunia, striker subur ini sangat mengerti besarnya tanggung jawab yang mesti ia tanggung.

Mengomandoi lini serang dari sebuah negara raksasa sepak bola secara otomatis bakal memicu tuntutan yang tinggi perihal torehan gol.

Dirinya kemudian menyejajarkan posisinya dengan jajaran penyerang elite dunia lain yang turut mengawal tim nasional mereka masing-masing.

Penggawa yang kini menginjak usia 32 tahun itu memandang jika beban sejenis juga lumrah dirasakan oleh para bintang lapangan hijau di belahan negara lain.

"Saya rasa setiap striker top di tim, akan ada ketergantungan pada striker untuk mencetak gol. Saya pikir, Anda tahu, Erling bersama Norwegia dan Mbappe bersama Prancis, ketika Anda memiliki pencetak gol utama di tim Anda, Anda diharapkan untuk mencetak gol. Itu tidak berarti itu hal yang buruk," ucapnya pada ITV.

Kedatangan arsitek Thomas Tuchel dipandang telah menyuntikkan variasi baru ke dalam skema permainan dari kesebelasan raksasa benua Eropa ini.

Kolektif tim tidak lagi cuma berkutat pada pakem strategi konvensional yang mengisolasi distribusi bola kepada satu pemain target di dalam kotak penalti.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua