Breaking

Maudy Ayunda & Save the Children Pulihkan Sekolah Terdampak di Aceh

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Senin, 15 Juni 2026
Maudy Ayunda & Save the Children Pulihkan Sekolah Terdampak di Aceh
Maudy Ayunda bersama anak anak.(FOTO:NET)

ACEH TIMUR - Lembaga Maudy Ayunda Foundation kembali membuktikan bentuk kepeduliannya yang tinggi terhadap sektor dunia pendidikan lewat inisiatif mendirikan fasilitas ruang belajar sementara bagi kalangan anak-anak yang menjadi korban terdampak bencana alam banjir di kawasan wilayah Aceh Timur.

Walaupun kondisi genangan banjir di wilayah Aceh serta Sumatera diwartakan telah menyusut, namun jalannya proses pemulihan bagi anak-anak dinilai masih terus bergulir, termasuk dalam urusan pemenuhan hak akses pendidikan.

Kendala keterbatasan sarana ruang belajar serta terganggunya ritme aktivitas harian memicu keperluan akan hadirnya lingkungan sekolah yang aman sekaligus suportif tetap bersifat krusial pascabencana.

Bila meninjau wilayah Aceh, efek dari terjangan bencana alam tersebut tidak cuma sekadar merusak tatanan infrastruktur fisik bangunan sekolah, melainkan ikut menyumbat kelancaran proses kegiatan pembelajaran serta ketersediaan sarana pendukung aktivitas belajar.

Dampaknya, ada banyak sekali kelompok siswa yang hingga kurun waktu saat ini masih terpaksa melangsungkan kegiatan belajar dengan keadaan fasilitas yang teramat terbatas.

Mengingat kondisi lingkungan yang dirasa masih belum sepenuhnya pulih seperti sedia kala, pihak Maudy Ayunda Foundation bersama organisasi Save the Children Indonesia bersepakat menjalin kolaborasi dalam menyokong akses pendidikan bagi anak-anak korban banjir di Aceh Timur.

Kedua belah pihak mengeksekusi agenda pembangunan Temporary Learning Space (TLS) atau Ruang Belajar Sementara sekaligus menyalurkan bantuan penguatan di bidang literasi.

Langkah taktis tersebut diterapkan guna menyokong anak-anak agar dapat kembali mengikuti jalannya proses pembelajaran secara bertahap pascabencana.

Jalinan kerja sama strategis ini berjalan selaras dengan komitmen nyata dari Maudy Ayunda Foundation yang tercatat sejak periode tahun 2018 secara konsisten menggulirkan bermacam inisiatif pendidikan serta agenda pengembangan kapasitas generasi muda di Indonesia.

Salah satu bentuknya diimplementasikan via pilar Education Infrastructure yang memfokuskan konsentrasi pada penyaluran sokongan fasilitas belajar di beraneka wilayah yang membutuhkan sentuhan bantuan.

Maudy Ayunda menjelaskan, “Di Aceh Timur, saya melihat langsung bagaimana bencana bisa merusak ruang kelas, tetapi tidak mematahkan semangat anak-anak untuk tetap datang ke sekolah dan belajar. Itu yang paling membekas bagi saya,” ujarnya mengutip dari siaran pers.

“Sering kali yang kurang bukanlah kemauan dan semangat anak-anak untuk belajar, tetapi akses dan ruang yang memungkinkan mereka untuk terus melanjutkan pendidikan. Ketika akses pendidikan sudah terbatas sejak awal, bencana seperti ini bisa membuat kesempatan belajar anak-anak semakin timpang. Kami percaya bahwa setiap anak tetap berhak atas pendidikan yang layak, bahkan di tengah situasi yang paling sulit sekalipun. Karena itu, dukungan pendidikan pascabencana menjadi sangat penting,” lanjutnya.

Keperluan mendesak terhadap kehadiran ruang belajar yang aman ini juga ikut terpotret jelas di dalam lembar hasil rangkuman Education Rapid Assessment yang dikeluarkan oleh Save the Children Indonesia di beberapa area Aceh.

Meskipun sebanyak 90% instansi sekolah dilaporkan telah kembali mengawali jalannya aktivitas pembelajaran, namun tingkat kehadiran dari para siswa pada faktanya masih tergolong rendah imbas kendala akses jalur, sarana transportasi, serta munculnya rasa khawatir terhadap faktor keamanan.

Di samping hal tersebut, situasi pelik ini mengindikasikan bahwa agenda pemulihan sektor pendidikan pascabencana tidak melulu hanya berkaitan dengan indikator kembalinya aktivitas belajar semata.

Proses pemulihan juga diwajibkan sanggup menjamin anak-anak memperoleh ruang belajar yang aman serta suportif supaya mereka dapat kembali merajut rutinitas harian dengan baik.

Dessy Kurwiany Ukar, CEO Save the Children Indonesia mengatakan, “Bersama Maudy Ayunda Foundation, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar ruang belajar bagi anak-anak di Aceh Timur. Di tengah kehilangan dan perubahan besar yang mereka alami setelah bencana, Ruang Belajar Sementara menjadi tempat bagi anak-anak untuk kembali merasa aman, bertemu teman-temannya, didampingi guru, dan perlahan membangun kembali harapan mereka. Karena bagi anak-anak, kembali belajar adalah bagian dari keberanian untuk pulih dan melanjutkan masa depan.”

Lewat perantara kolaborasi yang strategis ini, pihak Maudy Ayunda Foundation bersama Save the Children Indonesia menaruh harapan besar agar sokongan terhadap dunia pendidikan anak dapat terus bertransformasi menjadi pusat perhatian bersama bagi segenap pihak.

Di tengah-tengah jalannya proses pemulihan yang hingga kini masih terus diupayakan, kehadiran dari fasilitas ruang belajar yang aman serta suportif diproyeksikan mampu menyokong anak-anak untuk kembali belajar secara optimal.

Bagi Anda yang memiliki ketertarikan untuk ikut mengalirkan kontribusi nyata, Anda dapat langsung mengunjungi situs resmi support.savethechildren.or.id.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua