Breaking

Wagub Sulteng Pastikan Layanan Kesehatan Pasca-gempa M 6,7 Normal

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Rabu, 17 Juni 2026
Wagub Sulteng Pastikan Layanan Kesehatan Pasca-gempa M 6,7 Normal
Pasca gempa magnitudo 6,7 di Sigi, Palu, dan Parigi Moutong. (FOTO:NET)

SIGI - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido, meninjau langsung situasi pasca-gempa bumi bermagnitudo 6,7 yang melanda Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Poso di Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026).

“Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat terdampak, layanan kesehatan tetap berjalan, serta penanganan darurat berlangsung dengan cepat,” kata Reny dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).

Reny melakukan kunjungan ke beberapa fasilitas kesehatan utama, seperti RS Undata Palu, RS Madani, RS Anutapura, RS Torabelo, serta sejumlah puskesmas di area yang terdampak oleh gempa.

Melalui peninjauan tersebut, ia memastikan bahwa seluruh aktivitas pelayanan kesehatan tetap beroperasi secara normal, para tenaga medis dalam posisi siaga, dan warga tetap mendapatkan penanganan medis yang maksimal di tengah kondisi darurat bencana.

"Begitu gempa terjadi, kami langsung bergerak untuk memastikan kondisi masyarakat, fasilitas kesehatan, dan kebutuhan dasar warga terdampak dapat tertangani dengan cepat. Keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat menjadi prioritas utama kami," ucapnya menegaskan prioritas penanganan.

Di samping memantau fasilitas medis, Reny pun mendatangi kawasan permukiman penduduk di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, yang turut menderita kerusakan akibat guncangan gempa.

Di area tersebut, ia menyaksikan secara langsung kondisi hunian warga yang mengalami kerusakan pada bagian tembok, atap, hingga ke struktur utama bangunan, sembari menghimpun aspirasi mengenai kebutuhan mendesak yang diperlukan oleh masyarakat setempat.

Sementara itu di Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, masyarakat setempat sangat memerlukan bantuan logistik darurat seperti tenda, terpal, serta pasokan air bersih.

Kondisi tersebut diperparah oleh akses jalan menuju ke lokasi tersebut yang mengalami kelongsoran pada enam titik berbeda.

Dari total enam titik longsoran yang terdata, empat di antaranya dilaporkan tertutup material total sehingga sama sekali tidak dapat dilewati oleh kendaraan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah segera menurunkan sejumlah alat berat demi membantu membuka kembali jalan yang tertimbun sekaligus mempercepat proses evakuasi darurat.

Pihak pemerintah juga bergerak cepat dengan mendirikan sejumlah tenda pengungsian, mendistribusikan logistik bantuan, serta membuka dapur umum demi menjamin pemenuhan kebutuhan pokok harian para warga yang terdampak.

Pada sektor medis, para petugas kesehatan disiagakan di bermacam titik strategis untuk memberikan pertolongan bagi warga yang memerlukan sekaligus memitigasi munculnya ancaman masalah kesehatan setelah bencana terjadi.

"Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal dan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak dapat segera terpenuhi. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan terus hadir di lapangan untuk mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana," ujar Reny berkomitmen.

Di sisi lain, laporan berkala menunjukkan bahwa dampak kerusakan material juga dijumpai di wilayah Kabupaten Parigi Moutong.

Mengacu pada data hasil verifikasi pemerintah daerah setempat, tercatat ada sebanyak 15 unit rumah tinggal milik warga yang mengalami kerusakan akibat bencana gempa ini.

Rinciannya yaitu sembilan unit rumah berada di kawasan Desa Torue, empat rumah di Desa Boyantongo, satu rumah di Desa Tolai, dan satu unit rumah sisanya terletak di Desa Sausu Trans.

Untuk wilayah Desa Torue, letak rumah yang terdampak tersebar di lingkungan Dusun 1, Dusun 2, Dusun 3, serta Dusun 5 dengan total korban terdampak mencapai puluhan jiwa.

Sedangkan di Desa Tolai, satu unit rumah yang mengalami kerusakan tersebut diisi oleh satu keluarga yang di dalamnya terdapat seorang warga berusia lanjut.

Sementara untuk wilayah Kota Palu sendiri, sejumlah sarana infrastruktur dan bangunan publik dilaporkan turut mengalami beberapa kerusakan.

Daftar kerusakan yang berhasil dihimpun meliputi munculnya keretakan pada struktur Jembatan III Palu, kerusakan satu ruko tempat usaha Roppang Plus Plus di Jalan Manimbaya, Gedung Auditorium Universitas Tadulako, serta bangunan Hotel Best Western Palu.

Selain mengakibatkan kerugian fisik pada bangunan, terdapat dua orang warga yang dilaporkan menderita luka-luka kategori ringan imbas dari kejadian gempa tersebut.

Aparat pemerintah daerah hingga kini terus menggencarkan proses pendataan dan memperkuat koordinasi antarinstansi terkait agar fase tanggap darurat sampai tahap pemulihan dapat terlaksana secara efisien sehingga para warga terdampak bisa segera kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua