Breaking

Pemerintah Targetkan 2.500 Jembatan Gantung Rampung Agustus 2026

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Kamis, 25 Juni 2026
Pemerintah Targetkan 2.500 Jembatan Gantung Rampung Agustus 2026
Program pembangunan jembatan.(FOTO:NET)

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memperlihatkan rekaman video yang menunjukkan perkembangan proyek pembangunan jembatan gantung di pelbagai daerah di tanah air lewat akun media sosial miliknya.

Proses pembuatan ribuan jembatan tersebut merupakan wujud kerja sama antara pihak pemerintah, TNI Angkatan Darat, bersama dengan warga demi memperkukuh keterhubungan sampai ke wilayah pedalaman.

Teddy menyatakan secara tegas bahwa proyek jembatan ini tidak hanya sekadar mendirikan bangunan fisik saja.

Akan tetapi, hal tersebut juga memberikan keterbukaan jalan dan asa yang baru untuk warga yang sewaktu ini terisolasi lantaran faktor geografis.

"Membangun jembatan, menghubungkan harapan," kata Teddy dikutip dari siaran press Sekretariat Presiden, Kamis (25/6/2026).

Menurut dia, adanya jembatan pada daerah yang sewaktu puluhan tahun terpisah oleh aliran sungai bisa memulihkan roda kehidupan warga.

Oleh karena itu, Presiden Prabowo Subianto memacu program pembuatan jembatan gantung demi menciptakan konektivitas yang makin kilat, terlindungi, serta tersebar merata sampai ke pedalaman Indonesia.

"Di banyak wilayah yang selama puluhan tahun terpisahkan oleh sungai, kehadiran sebuah jembatan dapat mengubah kehidupan masyarakat. Melalui program pembangunan jembatan gantung, Presiden Prabowo mendorong konektivitas yang lebih cepat, lebih aman dan lebih merata hingga ke pelosok Indonesia," tuturnya.

Teddy memaparkan bahwa pengerjaan jembatan ini terus dipacu lewat sinergi antara pemerintah, TNI AD, dan warga setempat.

Keberadaan jembatan-jembatan yang baru ini menjadi jalan keluar untuk daerah yang sewaktu bertahun-tahun sukar dicapai lantaran medan yang berat serta keterbatasan keterbukaan transportasi.

"Kini, melalui kerja sama pemerintah, TNI AD dan masyarakat, jembatan-jembatan baru pun terus hadir, menghubungkan wilayah-wilayah yang selama bertahun-tahun terpisahkan oleh sungai dan medan yang sulit dijangkau," jelas Teddy.

Pihak pemerintah mematok target sejauh 2.500 jembatan gantung selesai dikerjakan pada bulan Agustus 2026.

Proses pengerjaan setelah itu akan terus dipacu hingga menyentuh target sebanyak 5.000 jembatan pada akhir tahun depan.

Lebih jauh, Teddy menyebutkan bahwa kegunaan dari pembuatan jembatan gantung ini dirasakan secara langsung oleh warga.

Selain melancarkan pergerakan warga, keberadaan jembatan tersebut juga menaikkan keterbukaan terhadap sarana pendidikan, kesehatan, serta pelbagai fasilitas umum lainnya.

"With hadirnya jembatan gantung, anak-anak tidak lagi harus menyeberangi sungai untuk bersekolah, dan masyarakat dapat mengakses berbagai fasilitas publik dengan lebih mudah dan aman," ungkap Teddy.

Dia berpandangan jembatan mempunyai esensi yang jauh lebih besar ketimbang hanya sekadar alat penghubung antarwilah, terkhusus untuk para generasi muda di wilayah pelosok.

Fasilitas tersebut menjadi lambang terciptanya peluang yang lebih baik untuk masa depan mereka.

"Bagi anak-anak yang harus berangkat sekolah setiap hari, jembatan bukan hanya penghubung dua tepi sungai. Jembatan adalah penghubung menuju masa depan," pungkas Teddy.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua