Breaking

KAI dan Adhi Karya Kaji Rencana LRT Jabodebek Menuju Bogor

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Senin, 29 Juni 2026
KAI dan Adhi Karya Kaji Rencana LRT Jabodebek Menuju Bogor
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono. (FOTO:NET)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengonfirmasi bahwa program perpanjangan rute layanan LRT Jabodebek menuju Bogor hingga kini masih dalam proses pengkajian yang digarap oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) serta PT Adhi Karya (Persero).

"LRT Jabodebek ke Bogor saat ini PT KAI, PT Adhi Karya sedang lakukan kajian," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono ketika dikonfirmasi mengenai perkembangan rencana perpanjangan LRT Jabodebek ke Bogor, di Jakarta, Minggu.

Berdasarkan penjelasan Allan, program perluasan jalur LRT Jabodebek menuju Bogor sebenarnya telah mengantongi payung hukum lewat Peraturan Presiden yang dirilis pada tahun 2015 silam.

"Terkait perpanjangan ini sudah ada Perpres-nya di tahun 2015," ujar Allan.

Pihak Kemenhub saat ini tengah menanti kelanjutan cetak biru dari PT KAI maupun PT Adhi Karya, termasuk mengenai mekanisme pembiayaan yang bakal diterapkan demi mewujudkan perpanjangan rute transportasi massal tersebut.

"Dan kita menunggu rencana dari PT KAI maupun PT Adhi Karya terkait kelanjutannya, skema pendanaannya seperti apa," beber Allan singkat.

Walau demikian, Allan masih enggan memaparkan detail lebih dalam seputar proyek pengerjaan LRT Jabodebek ke Bogor lantaran Kemenhub memposisikan diri menunggu hasil analisis akhir yang tengah disusun oleh PT KAI dan PT Adhi Karya.

Pada kesempatan terdahulu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) sempat membeberkan program perluasan jaringan operasional LRT Jabodebek hingga ke Bogor.

Target perluasan tersebut, mengacu pada keterangan pihak BUMN perkeretaapian itu, sudah tercantum di dalam rencana induk pengembangan korporasi.

Direktur Portfolio Management dan Teknologi Informasi PT KAI, I Gede Darmayusa, membenarkan adanya proyeksi tersebut dan menerangkan bahwa rancangan pengembangannya masih didiskusikan bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub.

Ia menguraikan bahwa analisis yang tengah berjalan menyisir pelbagai sudut pandang, di antaranya peluang komersial, penetapan jalur, penataan area berbasis transit oriented development (TOD), beserta faktor penunjang lainnya sebelum program tersebut disetujui untuk melangkah ke tahap berikutnya.

"Secara master plan, dulu memang sudah ada rencana sampai Bogor. Kami dengan DJKA (Kemenhub) tentunya sedang mengkaji kembali potensi bisnis, potensi TOD, dan lain sebagainya sehingga biaya yang besar itu bisa kami justifikasi dengan peningkatan penumpang," kata Gede di Stasiun LRT Dukuh Atas, Jumat (22/5).

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua