Breaking

Resmi Dibuka Hari Ini, Gunung Fuji Sediakan Pos Darurat Baru

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Rabu, 01 Juli 2026
Resmi Dibuka Hari Ini, Gunung Fuji Sediakan Pos Darurat Baru
Gunung Fuji Jepang. (FOTO:NET)

JEPANG - Pembukaan kembali musim pendakian di Gunung Fuji yang terletak di Pulau Honshu, Jepang, resmi dimulai pada Rabu (1/7/2026).

Bersamaan dengan momentum pembukaan pos pendakian tersebut, pihak otoritas pemerintah Jepang telah merampungkan fasilitas dua pos darurat anyar yang ditempatkan di sepanjang Jalur Yoshida.

Langkah ini direalisasikan guna mengoptimalkan proteksi dan keselamatan bagi seluruh pendaki apabila sewaktu-waktu dihadapkan pada ancaman erupsi vulkanik, sambaran petir, ataupun situasi cuaca ekstrem lainnya.

Kendati aktivitas letusan terakhir dari Gunung Fuji tercatat terjadi pada tahun 1707 silam, statusnya hingga kini tetap dikategorikan sebagai gunung berapi yang aktif.

Oleh sebab itu, implementasi prosedur keselamatan yang terintegrasi dan berkesinambungan mutlak diperlukan bagi setiap pengunjung yang datang melakukan pendakian.

Pihak otoritas dari pemerintah prefektur Yamanashi turut memaparkan bahwa fasilitas evakuasi terbaru ini tidak hanya diproyeksikan untuk menghadapi skenario erupsi atau runtuhan batuan saja, melainkan juga difungsikan sebagai zona penyelamatan darurat saat terjadi badai hujan, petir, ataupun kondisi kritis lainnya, sebagaimana dilaporkan oleh News on Japan pada Selasa (31/6/2026).

Peresmian fasilitas pos penyelamatan di kawasan Gunung Fuji ini dilaksanakan seusai dilakukannya agenda inspeksi tahunan pada rute pendakian oleh jajaran pejabat Prefektur Yamanashi, Kementerian Lingkungan Hidup Jepang, kesatuan kepolisian setempat, serta perwakilan Prefektur Shizuoka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Soranews24, pengerjaan awal untuk struktur pos darurat terbaru di kawasan Gunung Fuji ini sudah berjalan sejak bulan September 2025 dan berhasil diselesaikan pada Desember 2025.

Penempatan lokasi yang berada di area Yoshida menjadikan fasilitas ini sebagai infrastruktur perlindungan evakuasi kebencanaan vulkanis pertama yang didirikan secara khusus pada sisi wilayah Yamanashi di jalur turun Gunung Fuji.

Meskipun rute turun tersebut menyandang status sebagai jalur yang paling padat dilewati oleh para wisatawan, sebelumnya kawasan ini terpantau hanya ditunjang oleh lima unit pos darurat saja, yang mencakup fasilitas sanitasi toilet serta pondok untuk beristirahat.

Ketersediaan infrastruktur penunjang tersebut terhitung jauh lebih minim bila dikomparasikan dengan area rute pendakian naik yang sudah disokong oleh lebih dari 10 pos penyelamatan darurat.

Setiap unit bangunan dari pos darurat atau tempat evakuasi pendaki ini dirancang dengan spesifikasi tinggi berkisar dua meter, lebar mencapai 2,5 meter, serta ukuran kedalaman 5,4 meter.

Melalui dimensi tersebut, struktur bangunan ini diklaim mampu mengakomodasi serta menampung hingga 135 orang dalam kondisi kontingensi atau darurat.

Pada sektor interior di dalam pos darurat, permukaan lantainya sengaja dilapisi dengan material karet khusus demi meminimalisasi potensi risiko sengatan arus listrik tatkala terjadi fenomena sambaran petir di luar.

Proses pengerjaan konstruksi fasilitas mitigasi ini menghabiskan alokasi anggaran sebesar 38 juta yen Jepang atau setara dengan kisaran nilai Rp 4,1 miliar.

Seluruh pembiayaan tersebut bersumber dari akumulasi dana retribusi atau biaya pendakian yang ditarik dari para pelancong yang berkunjung ke Gunung Fuji.

Pihak pemerintah prefektur Yamanashi juga menegaskan komitmennya yang berencana untuk membangun total 13 titik pos perlindungan darurat serupa di kawasan Gunung Fuji hingga tahun 2031 mendatang.

Operasional musim pendakian untuk Gunung Fuji via Jalur Yoshida ini dijadwalkan bakal berlangsung sejak awal Juli 2026 hingga memasuki bulan September 2026, dengan kepastian tanggal dari Rabu (1/7/2026) hingga Kamis (10/9/2026).

Sementara itu, pihak Prefektur Shizuoka telah mengambil kebijakan untuk mempercepat jadwal pembukaan Jalur Subashiri menjadi hari Rabu (1/7/2026).

Langkah diskresi tersebut sengaja diambil demi memangkas risiko serta jumlah pendaki yang kerap tidak sengaja melangkah turun melewati rute yang keliru.

Di sisi lain, untuk akses pendakian melalui rute jalur Fujinomiya serta rute Gotemba baru dijadwalkan bakal dibuka secara resmi pada hari Jumat (10/7/2026).

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua