Sambut Galungan, Bulog jamin Stok 10 Juta Kg Beras di Bali Aman
DENPASAR - Perum Bulog Bali memberikan kepastian bahwa persediaan beras di gudang mereka yang kini menyentuh angka 10 juta kilogram berada dalam posisi aman untuk mencukupi kebutuhan warga menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.
“Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, kami memastikan bahwa stok pangan yang dikuasai Bulog Bali dalam kondisi aman untuk 10 bulan ke depan, total stok yang kami miliki saat ini mencapai 10,79 juta kg dan siap digunakan memenuhi kebutuhan masyarakat Bali,” kata Pemimpin Wilayah Bulog Bali Simon Melkisedek Lakapu.
Simon di Denpasar, Minggu, menerangkan bahwa jumlah keseluruhan stok pangan beras yang dikelola adalah sebanyak 10.795.581 kilogram, yang mengindikasikan warga tidak usah merasa cemas mengenai ketersediaan beras ataupun jenis komoditas pangan pokok lainnya lantaran jumlah persediaan sekarang ada pada tingkatan yang sangat memadai.
Oleh karena itu, dirinya meminta warga supaya tidak membeli secara berlebihan mengingat ketersediaan pangan di wilayah tersebut sangat memadai.
Di samping itu, saat melakukan pemantauan kondisi harga pasar di sejumlah wilayah, pihak Bulog Bali melihat harga komoditas beras bersama beberapa pasokan strategis lainnya masih terpantau cukup stabil.
“Salah satu tugas Bulog adalah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sampai saat ini harga beras di Bali masih dalam kondisi yang terkendali, kami terus berkoordinasi dengan satgas pangan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kondisi ini tetap terjaga selama perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan.
Rangkaian perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan itu sendiri akan diawali dari momen Penampahan Galungan pada Selasa, 16 Juni hingga berakhir di Umanis Kuningan tanggal 28 Juni 2026.
Mengingat biasanya tingkat kebutuhan warga akan melonjak di kala situasi ekonomi tengah menghadapi bermacam tantangan serta ketidakpastian, pihak Bulog saat ini memfokuskan diri untuk menyalurkan bantuan pangan untuk alokasi Februari-Maret kepada publik, dengan maksud supaya di momen hari raya nanti kelompok masyarakat yang berhak menerima beras tersebut bisa mempergunakannya demi pemenuhan kebutuhan.
Sampai dengan pertengahan bulan Juni 2026, pihak mereka sudah mendistribusikan bantuan pangan kepada sejumlah 287.347 Penerima Bantuan Pangan (PBP) atau telah menyentuh kisaran 96,5 persen dari keseluruhan jumlah pagu penerima di wilayah Provinsi Bali.
“Program bantuan pangan merupakan bentuk kehadiran negara untuk membantu masyarakat, khususnya dalam menjaga daya beli dan memenuhi kebutuhan pangan pokok, kami terus mempercepat penyaluran agar seluruh penerima manfaat dapat menerima haknya tepat waktu,” kata Simon memastikan.
Dirinya pun terus menjamin jalannya program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) lewat penyaluran beras ke sejumlah pasar tradisional, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), gerai pengecer, Rumah Pangan Kita (RPK), beserta beragam jalur distribusi lainnya agar berjalan tanpa hambatan.
Simon menjabarkan bahwa hingga waktu sekarang ini pihak mereka sudah menggelontorkan sebanyak 3.028.010 kilogram Beras SPHP ke seluruh kawasan Provinsi Bali demi menjaga tingkat keterjangkauan harga beras pada sisi konsumen.
“Penyaluran Beras SPHP terus kami optimalkan sebagai instrumen stabilisasi harga, dengan distribusi yang masif dan merata kami berharap masyarakat dapat memperoleh beras berkualitas dengan harga yang terjangkau, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika permintaan cenderung meningkat,” ujarnya.
Melalui kerja sama antara pihak pemerintah, pelaku usaha, serta warga yang selama ini terjalin harmonis, dirinya optimistis mampu memelihara situasi pangan di daerah agar senantiasa aman serta kondusif sepanjang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan berlangsung.
“Dengan stok yang mencukupi, harga yang stabil, serta berbagai program intervensi pemerintah yang berjalan efektif, masyarakat diharapkan dapat merayakan hari raya dengan tenang dan penuh kebahagiaan,” tutur Simon.