Terima Presiden Jerman, Prabowo Ajak Investasi Kendaraan Listrik

Prabowo saat menerima kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka (FOTO: NET)
Rabu, 17 Juni 2026 | 14:21:20 WIB

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto mengundang pihak Jerman guna memperlebar ekspansi investasi di Indonesia, terkhusus pada sektor kendaraan listrik, hilirisasi industri, transisi energi, hingga pembentukan industri semikonduktor.

Ajakan tersebut diutarakan Prabowo seusai menyambut kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/6/2026).

"Indonesia mengundang pihak Jerman untuk memperluas investasi di sektor-sektor yang penting di Indonesia. Contoh di bidang transisi energi, di bidang hilirisasi industri, di bidang kendaraan karena kami akan menuju kepada kendaraan listrik, serta pengembangan industri semikonduktor," ujar dia dalam sambutannya.

Menurut pemaparan Prabowo, Indonesia dan Jerman telah bermufakat untuk memperkokoh kerja sama ekonomi lewat investasi serta perdagangan yang saling memberikan keuntungan.

Pemerintah pun membuka kans bagi Jerman untuk ikut andil dalam mata rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang yang memosisikan diri sebagai fondasi krusial bagi industri kendaraan listrik serta teknologi masa depan.

Di samping hal itu, Indonesia menyambut positif agenda program Partnering In Business with Germany yang diorientasikan untuk menyokong pembentukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Prabowo juga memberikan kepastian bahwa Indonesia bakal memosisikan diri sebagai tuan rumah penyelenggaraan Joint Economic and Investment Committee (JEIC) kedua pada periode tahun ini.

Pada sektor ketenagakerjaan, Prabowo memberikan apresiasi atas eksekusi penandatanganan Letter of Intent berkaitan dengan Global Skills Partnership di bidang keperawatan.

Pemerintah turut menaruh harapan agar celah kerja untuk para tenaga kerja Indonesia di Jerman dapat kian melebar, termasuk pada bidang teknologi tinggi.

"Indonesia juga ingin memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Jerman termasuk di sektor teknologi tingkat tinggi," imbuh Prabowo.

Di dalam rangkaian agenda kunjungan tersebut, Prabowo pun menyelenggarakan jamuan santap siang kenegaraan demi menghormati Steinmeier dan Elke Büdenbender.

Pada momentum itu, Prabowo memberikan penegasan bahwasanya Jerman merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di benua Eropa yang sepanjang ini menyumbang kontribusi besar dalam pembentukan sumber daya manusia, inovasi, serta teknologi.

“Saya menghargai perbincangan yang hangat, terbuka, dan produktif yang telah kami lakukan pada hari ini. Tuan-tuan, Jerman memiliki tempat istimewa bagi Indonesia. Selama 74 tahun, perhubungan diplomatik kami telah memberikan manfaat nyata bagi rakyat kami. Membuat Jerman menjadi salah satu mitra penting di Eropa,” ujarnya.

Prabowo memberikan penilaian bahwa Jerman sepanjang ini bertindak sebagai ladang inspirasi untuk pembangunan Indonesia lewat kemajuan aspek teknologi, kedisiplinan, serta penghormatan pada institusi.

“Jerman secara konsisten menjadi sumber inspirasi melalui inovasi, kemajuan teknologi, disiplin, serta penghormatan yang kuat terhadap aturan dan institusi. Banyak warga Indonesia telah belajar dan memperoleh pelatihan di Jerman,” ungkapnya.

Prabowo mengimbuhkan, jalinan relasi Indonesia dan Jerman sejatinya telah berakar jauh sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Oleh karena itu, menjelang momentum peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara, ia menaruh harapan agar kerja sama yang telah terbina dapat senantiasa berkembang di bermacam sektor strategis.

“Saya pikir banyak hubungan akan didukung di Jerman. Sebagai catatan terakhir, saya berharap Presiden Steinmeier dan Ibu Büdenwender sehat dan sukses, dan rakyat Indonesia dan Jerman terus sejahtera dan bersahabat,” tutupnya.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati