Jakarta Masuk Kota Polusi Udara Terburuk Kedua di Dunia Hari Ini
JAKARTA - Tingkat kualitas udara di kawasan Jakarta pada Jumat pagi ini masuk dalam kelompok tidak sehat dan menempati posisi kedua sebagai kota dengan kondisi udara paling buruk di seluruh dunia.
Mengacu pada laporan data dari laman pengawas kualitas udara IQAir pada pukul 07.50 WIB, angka indeks kualitas udara (AQI) di wilayah Jakarta menyentuh level 166 atau berada dalam klasifikasi tidak sehat dengan polutan udara PM2.5 serta kadar konsentrasi sebesar 83,9 mikrogram per meter kubik.
Skor tersebut menunjukkan sebuah indikasi bahwa derajat mutu udara yang ada bersifat tidak sehat bagi kelompok masyarakat sensitif karena berpotensi membawa dampak buruk bagi manusia maupun golongan hewan sensitif, atau dapat memicu kerusakan pada tanaman sekaligus mengganggu aspek keindahan lingkungan.
Laman pemantau tersebut pun menyarankan sejumlah langkah mitigasi menyikapi kondisi polusi di Jakarta, yakni warga diimbau untuk meminimalkan aktivitas di luar ruangan.
Apabila terpaksa beraktivitas di ruang terbuka maka dianjurkan mengenakan masker, serta senantiasa menutup akses jendela ruangan guna mencegah masuknya partikel udara luar yang tercemar.
Sementara itu, untuk klasifikasi udara yang berkategori baik ditunjukkan dengan indeks mutu udara yang tidak menimbulkan dampak negatif bagi kebugaran manusia maupun satwa dan tidak memberi efek merusak pada flora, infrastruktur, ataupun keasrian lingkungan dengan batasan PM2,5 di kisaran angka 0-50.
Selanjutnya, untuk kategori dengan status sedang mencerminkan kondisi kualitas udara yang tidak memberi dampak langsung pada kesehatan manusia ataupun fauna namun memicu pengaruh negatif pada flora yang peka serta estetika lingkungan dengan sebaran PM2,5 di rentang 51-100.
Berikutnya, untuk klasifikasi dengan status sangat tidak sehat berada pada cakupan PM2,5 sebesar 200-299 yang mencerminkan derajat kualitas udara yang dapat mengganggu kesehatan beberapa lapisan masyarakat yang terpapar polusi.
Pada bagian akhir, indikator berbahaya berada pada kisaran 300-500 yang menandakan bahwa secara kolektif mutu udara tersebut dapat mendatangkan dampak kesehatan yang fatal pada masyarakat luas.
Adapun wilayah perkotaan dengan mutu udara paling buruk di peringkat pertama ditempati oleh Kampala (Uganda) yang mencatatkan skor 167, diikuti posisi ketiga oleh Kinshasa (Kongo) dengan raihan angka 134.
Pada urutan keempat diduduki oleh Johannesburg (Afrika Selatan) yang berada di level 123, dan pada posisi kelima ditempati oleh Lahore (Pakistan) yang mengantongi angka indeks 117.
Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengupayakan langkah penanganan cepat guna memitigasi isu pencemaran udara di wilayah ibu kota sepanjang masa kemarau, yang diperkirakan berlangsung mulai awal Mei hingga Agustus nanti.
Formulasi langkah taktis penanggulangan polusi udara di kala kemarau tersebut di antaranya mencakup optimalisasi sistem pengawasan mutu udara serta pelaksanaan uji emisi pada kendaraan bermotor.
Di samping langkah tersebut, Pemprov DKI juga memiliki program Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU) yang saat ini tengah ditinjau kembali dari bermacam sudut pandang, mulai dari perkembangan tren PM2.5, kontribusi emisi di tiap sektor, hingga konsekuensinya bagi kesehatan publik.
Berdasarkan kajian Pemprov DKI, agenda pengendalian polusi udara tidak dapat dikerjakan oleh satu kawasan secara terpisah sehingga membutuhkan langkah penanganan bersama yang terpadu antarinstansi perangkat daerah sekaligus kerja sama lintas kawasan di sekeliling wilayah Jakarta.