Pelajar di Sumba Barat Daya Cabuli dan Rampas iPhone Turis Asing
SUMBA BARAT DAYA - Kejadian mengerikan menimpa seorang wisatawan perempuan berkebangsaan Australia dengan inisial IMC (30).
Ia menjadi korban pencabulan dan hampir diperkosa oleh seorang remaja pria berstatus pelajar berinisial AH (17) di kawasan Pantai Pailiang, Desa Bondo Kodi, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Terduga pelaku sudah diamankan. Terduga pelaku sendiri masih berstatus pelajar," ungkap Kasatreskrim Polres Sumba Barat Daya, Iptu Yakobus Sanam, dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).
Bukan hanya melakukan tindakan asusila terhadap IMC, AH juga merampas telepon genggam jenis iPhone 14 Pro kepunyaan perempuan asal Australia tersebut.
Yakobus menjelaskan bahwa rentetan peristiwa kelam itu berlangsung ketika korban tengah menikmati keindahan momen matahari terbit di Pantai Pailiang pada Jumat (19/6).
Beberapa saat kemudian, AH datang ke lokasi sambil menuntun seekor kuda lalu menyapa korban IMC.
Secara mendadak, AH menarik bagian kerah pakaian IMC serta menjegal kakinya hingga membuat korban jatuh telentang di area tepian pantai.
AH yang diketahui masih menempuh pendidikan sebagai pelajar itu kemudian melucuti pakaian bagian bawah korban lalu mencabulinya.
Tindakan keji tersebut sempat mendapat perlawanan dari korban, tetapi AH malah mencengkeram sekaligus membenamkan kepala wisatawan Australia itu ke dalam air laut.
"Korban sempat kesulitan bernapas dan berusaha mengangkat kepalanya, tapi terduga pelaku kembali menekan kepala korban ke dalam air hingga berulang kali," imbuh Yakobus.
Tidak berhenti sampai di situ, AH juga diduga menyeret secara paksa tubuh IMC menuju area semak-semak yang berada di sekitar pesisir tersebut.
Korban yang didera rasa ketakutan sempat mencoba bernegosiasi dengan menawarkan ponsel serta sejumlah uang tunai asalkan ia tidak diperkosa.
Meski demikian, AH justru melayangkan pukulan kepada wisatawan asing tersebut.
"Korban lalu menyodorkan iPhone 14 Pro miliknya yang dirampas pelaku. Saat pelaku mencengkeram tangan dan menarik kerah baju, korban melepaskan bajunya dan kabur," kata Yakobus.
Usai telepon genggamnya diambil paksa oleh pelaku, IMC yang berada dalam kondisi tanpa sehelai benang pun langsung berlari kencang demi menyelamatkan diri ke penginapan tempatnya menginap.
Korban sendiri diketahui memiliki profesi sebagai seorang pengembang bidang properti di Sydney, Australia.
"Sesampainya di hotel, korban bertemu dengan staf hotel dan menceritakan seluruh kejadian mengerikan yang baru saja dialaminya," lanjut Yakobus.
Berdasarkan keterangan Yakobus, IMC baru menyerahkan laporan resmi terkait perkara percobaan pemerkosaan serta tindakan penganiayaan itu pada Senin (22/6).
Di samping meringkus AH, aparat kepolisian turut mengamankan beberapa barang bukti di antaranya berupa celana pendek berwarna hitam, celana dalam, serta satu unit iPhone 14 Pro warna hitam yang ditemukan dalam keadaan rusak.
"Kami sudah melakukan wawancara terhadap pelapor, korban, serta saksi-saksi di lokasi kejadian. Korban juga sudah menjalani visum et repertum (VER)," kata Yakobus.