Kementerian PU Bangun Sekolah Rakyat Rp284 Miliar di Bogor
BOGOR - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menjalankan proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Proyek infrastruktur itu menelan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan besaran menyentuh Rp284 miliar dan diproyeksikan sanggup menampung sebanyak 1.080 siswa mulai tingkatan SD, SMP, hingga SMA.
Jalannya proses pembangunan dilaksanakan di kawasan perbukitan dengan kontur tanah berlereng yang memiliki luasan mencapai 6,96 hektar di ketinggian sekitar 161 meter di atas permukaan laut (MDPL).
Beraneka sarana prasarana dihadirkan secara terpadu pada satu kawasan, meliputi bangunan sekolah untuk setiap jenjang pendidikan, kompleks asrama putra dan putri, hunian guru, gedung serbaguna, tempat peribadatan, ruang makan, lapangan olahraga, area terbuka hijau, serta elemen penunjang lainnya.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari wujud nyata pihak pemerintah untuk memperluas keterjangkauan sekolah berkualitas tinggi sekaligus investasi jangka panjang demi penguatan kapasitas SDM.
"Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat dan mendukung pemerataan akses pendidikan," ujar Dody, dikutip Minggu (28/06/2026).
Pelaksanaan megaproyek ini menemui kendala sejak tahapan awal pengerjaan struktur.
Kondisi kontur tanah yang berbentuk perbukitan curam membuat tahapan penataan lahan melalui metode pengerukan dan penimbunan membutuhkan waktu berkisar dua bulan sebelum melangkah ke tahapan pembangunan fisik.
Selain itu, intensitas curah hujan yang terhitung tinggi beserta keterbatasan akses jalan menuju ke lokasi turut menjadi tantangan tersendiri dalam mendistribusikan material bangunan.
Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Jawa Barat Tomi Hendratno memaparkan lokasi pembangunan pada awalnya ialah wilayah hutan belantara dengan kondisi lereng berundak yang tergolong ekstrem.
"Namun Kementerian PU bisa melaksanakan itu dari lahan berkontur disulap menjadi pusat pendidikan dan pusat pertumbuhan ekonomi," kata Tomi.
Berdasarkan penjelasannya, untuk saat sekarang ini pelaksanaan proyek masih berada dalam tahapan penyelesaian akhir, termasuk di dalamnya pembuatan dinding penahan tanah yang kokoh untuk menjaga keamanan lereng perbukitan.
"Sekarang masih proses finishing dan penguatan dinding penahan tanah karena harus menjaga dari lereng," tambahnya.
Meski dihadapkan pada berbagai macam hambatan, pembangunan Sekolah Rakyat Bogor terus menunjukkan tren progres yang positif.
Hingga tanggal 26 Juni 2026, kemajuan fisik megaproyek yang dikerjakan oleh PT Brantas Abiraya (Persero) dan PT Prima tersebut dikabarkan telah mencapai angka 80,21 persen.
Di dalam rangkaian proses pembangunannya, proyek strategis ini memberdayakan sebanyak 960 pekerja serta dibantu oleh 25 personel TNI-AD Teritorial Pembangunan (TP).
Kementerian PU menargetkan kawasan pendidikan terpadu ini sudah bisa mulai difungsikan pada bulan Juli 2026 agar dapat digunakan dalam menyambut kedatangan para siswa baru pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Bukan hanya memperluas keterjangkauan fasilitas pendidikan, kehadiran Sekolah Rakyat Bogor ini juga diharapkan dapat memacu roda perekonomian serta perkembangan wilayah di kawasan Jasinga, Kabupaten Bogor.