Kemenag Sayangkan Insiden Misa Depok, Minta Utamakan Dialog

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Thobib Al Asyhar (FOTO: NET)
Rabu, 01 Juli 2026 | 14:46:02 WIB

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menyayangkan adanya insiden yang terjadi ketika misa penghiburan di kediaman warga, Cipayung, Kota Depok.

Kemenag berharap peristiwa serupa tidak terjadi kembali serta meminta seluruh masyarakat untuk senantiasa memelihara sikap toleransi antarumat beragama.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, menyatakan bahwa dialog harus menjadi prioritas utama dalam menangani setiap permasalahan yang bersinggungan dengan kegiatan keagamaan.

"Kami menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut. Tentu kami berharap kejadian serupa tidak terulang lagi," kata Thobib kepada wartawan, Rabu (1/6/2026).

Thobib mendorong masyarakat untuk terus meningkatkan semangat persatuan dengan menjunjung tinggi nilai saling menghormati di tengah perbedaan yang ada.

"Mari kami kedepankan sikap saling menghormati antarumat beragama and mengutamakan dialog yang produktif dengan semangat persatuan," ujarnya.

Thobib pun mengimbau kepada masyarakat yang belum mengerti terkait aktivitas keagamaan tertentu agar mencari informasi melalui kanal yang tepat.

Ia menilai bahwa penyuluh agama adalah pihak yang dapat memberikan penjelasan serta klarifikasi terkait pelaksanaan ritual keagamaan.

"Jika ada yang belum dipahami terkait giat keagamaan suatu agama, warga bisa melakukan klarifikasi atau meminta penjelasan kepada penyuluh agama setempat," tuturnya.

Sebelumnya, beredar sebuah video viral yang menarasikan adanya pelarangan ibadah misa penghiburan di sebuah rumah duka di Cipayung, Kota Depok, yang akhirnya dapat diselesaikan secara damai oleh pihak TNI dan kepolisian.

Kejadian tersebut berlangsung pada Minggu (28/6), saat keluarga serta kerabat sedang berkumpul di rumah duka almarhum SLS (70) untuk melangsungkan misa penghiburan.

Sebagai informasi, misa penghiburan atau misa requiem merupakan perayaan Ekaristi dalam Gereja Katolik yang ditujukan untuk mendoakan kedamaian jiwa orang yang telah meninggal sekaligus memberi penguatan rohani kepada keluarga yang ditinggalkan.

Narasi dalam video tersebut menyebutkan bahwa pelaksanaan ibadah itu terhambat oleh pengurus lingkungan setempat, meskipun seorang Romo telah hadir untuk memimpin misa di lokasi tersebut.

Saat dimintai keterangan, Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra menjelaskan bahwa peristiwa itu dipicu oleh kesalahpahaman antara warga dengan pemilik rumah.

"Ada miskomunikasi awalnya. Ada warga yang tidak tahu-menahu menegur ada acara apa," ujar AKP Hendra saat dihubungi wartawan, Selasa (30/6).

Reporter: Ganis Akjul Karyawati