HUT ke-80 Bhayangkara, Prabowo Ingatkan Polri Jangan Susahkan Rakyat

Presiden Prabowo Subianto (FOTO: NET)
Kamis, 02 Juli 2026 | 16:48:29 WIB

BOGOR - Area Cikeas, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (1/7/2026), menjadi saksi terselenggaranya upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara yang terlaksana secara khidmat serta meriah.

Bermacam-macam atraksi pengamanan beserta barisan parade defile diperlihatkan oleh jajaran Polri dalam momentum Hari Bhayangkara yang turut dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Satuan Latihan (Satlat) Brimob Cikeas.

Pihak Korps Bhayangkara juga melangsungkan pameran aneka macam produk, alat perlengkapan, armada kendaraan, hingga inovasi pendukung kinerja kepolisian yang ditinjau secara langsung oleh Prabowo.

Di balik kemegahan atraksi dan parade tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara memberikan amanat supaya Polri selalu memelihara kepercayaan publik dan terus mengevaluasi diri.

Sebagai jajaran penegak hukum, institusi kepolisian pun diperingatkan wajib memberikan perlindungan, bukan malah mempersulit masyarakat.

"Jadilah polisi yang dekat dengan rakyat. Datanglah ketika rakyat membutuhkan. Dengarkan rakyat, layani rakyat, lindungi rakyat. Jangan justru menyusahkan rakyat," kata Prabowo dalam pidatonya.

Dalam momentum berharga ini, Prabowo juga menitipkan pesan supaya instansi kepolisian merawat kepercayaan publik.

"Pertama, jagalah kepercayaan rakyat. Karena kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi," kata Prabowo dalam pidatonya.

Kepala Negara mengingatkan kembali bahwasanya aparat kepolisian dibiayai oleh dana dari masyarakat.

Oleh karena itu, insan kepolisian mesti membaur dengan rakyat serta senantiasa mendengarkan dan mendatangi warga yang memerlukan bantuan. "Dengarkan rakyat layani rakyat lindungi rakyat jangan justru menyusahkan rakyat, ingat gaji kami sebagai alat negara adalah dari rakyat semua perlengkapan kami dari rakyat karena itu kami harus benar-benar menjaga dan melindungi rakyat kami," jelasnya.

Selanjutnya, ia memberikan dorongan kepada Polri agar menegakkan keadilan hukum secara adil. Polisi dituntut berani membela perkara yang benar sekaligus memayungi pihak yang lemah.

Prabowo juga mengimbau jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan profesionalitas kerja mereka. "Kuasai ilmu pengetahuan, kuasai teknologi, kuasai kecerdasan buatan. Kejahatan masa kini dan masa depan hanya bisa dikalahkan oleh aparat yang selalu belajar, yang cerdas, and yang handal," ucapnya.

Lebih jauh lagi, Prabowo menyoroti aspek sinergisitas antara Polri dengan kementerian maupun lembaga lainnya, termasuk pihak TNI.

Menurut pandangannya, Polri tidak mungkin dapat bekerja sendirian dan wajib selalu berkolaborasi dengan pihak pemerintah beserta elemen masyarakat yang lain.

"Bersama semua institusi pemerintah. Bersama tokoh masyarakat. Bersama ulama. Bersama akademisi. Bersama media. Bersama pengusaha. Bersama petani, nelayan, dan buruh Bersama seluruh rakyat Indonesia" ucapnya.

Pada kesempatan yang penuh makna ini, ia mengimbau Polri untuk tiada henti membenahi kualitas diri. Prabowo juga meminta segenap jajaran kepolisian untuk menjauhkan diri dari sikap tinggi hati.

"Jangan pernah Berhenti memperbaiki diri. Jangan sombong," kata Prabowo.

Menurut opini Prabowo, Polri sepatutnya semakin menjelma menjadi lembaga yang rendah hati, namun bukan berarti rendah diri.

Mantan Menteri Pentahanan ini juga mewanti-wanti supaya Polri terus menyimak keluhan serta aspirasi yang datang dari rakyat.

"Institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar. Institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah. Institusi yang dicintai oleh rakyat adalah institusi yang selalu rendah hati," ucapnya.

Di samping itu, Prabowo menyampaikan apresiasi tinggi bagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dinilai telah melakukan restrukturisasi di internal instansi Korps Bhayangkara.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada Kapolri beserta seluruh jajarannya yang terus melakukan pembenahan organisasi, meningkatkan profesionalisme, meningkatkan disiplin, memperkuat pelayanan publik dan membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa," ucapnya.

Ia menginstruksikan agar Polri senantiasa memelihara martabat Kepolisian Republik Indonesia.

"Dan yang paling penting, jagalah bangsa dan rakyat Indonesia. Dirgahayu ke-80 kepolisian Negara Republik Indonesia. Polri untuk masyarakat. Polri presisi untuk Indonesia maju. Selalu bersama rakyat. Selalu menjaga Indonesia. Polri di depan sebagai Bhayangkara bangsa Indonesia," lanjut dia.

Pada kesempatan yang sama pula, Prabowo memperingatkan supaya hukum jangan sampai dijadikan sebagai instrumen untuk melangsungkan aksi balas dendam politik, ataupun dipakai demi melayani kepentingan kelompok tertentu saja.

“Hukum tidak boleh menjadi alat mereka mereka yang punya uang, hukum tidak boleh menjadi alat balas dendam politik, hukum tidak boleh digunakan untuk kepentingan suatu kelompok manapun,” ucap Prabowo.

Ia menyemangati segenap anggota kepolisian untuk menegakkan keadilan hukum tanpa membedakan latar belakang atau tebang pilih.

Prabowo menegaskan bahwasanya Indonesia merupakan sebuah negara hukum.

Oleh sebab itu, hukum wajib melindungi masyarakat luas, terlebih bagi kelompok yang lemah, serta menghadirkan rasa aman untuk warga negara yang jujur.

“Tidak boleh ada kriminalisasi, tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang, dan tidak boleh ada siapapun yang kebal terhadap hukum,” ujar dia.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati