Petani di Bengkulu Mandiri Lebarkan Jalan demi Cegah Kecelakaan

Nurman (74) warga Kabupaten Seluma, Bengkulu (FOTO: NET)
Rabu, 08 Juli 2026 | 18:37:01 WIB

BENGKULU - Nurman (74) terlihat sibuk memperhatikan hasil pengerjaan coran semen yang dirinya buat supaya presisi dengan permukaan aspal di jalan negara kawasan Desa Sari Mulyo, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.

Kendati tampak biasa saja, bagian tepi jalan tersebut sejatinya telah dirinya lebarkan memakai susunan batu serta semen.

Pengerjaan jalan sepanjang 900 meter yang mengubungkan Desa Sari Mulyo dengan Desa BP 2 ini sudah digarap Nurman selama tiga tahun lantaran keadaan aspal yang terlalu sempit untuk kendaraan yang saling berpapasan.

Keadaan jalan yang rusak berlubang sekaligus sempit kerap kali memicu jatuhnya korban kecelakaan, sehingga Nurman terdorong untuk mengeksekusi pembenahan serta pelebaran secara mandiri.

"Saya berangkat dari khawatir banyak korban kecelakaan di jalan karena sempit, anak sekolah, ibu-ibu, petani, maka saya mulai pelan-pelan sejak tiga tahun melebarkan jalan. Awalnya dana sendiri beli semen, batu, dan dikerjakan sendiri," ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Selaku petani kecil yang mempunyai keterbatasan dana, ia pun berinisiatif menyediakan kotak sumbangan untuk para pengendara jalan yang melintas.

"Orang bangun masjid saja bisa dengan kotak amal, kenapa melebarkan dan menambal jalan tidak bisa", ungkapnya.

Ia mengaku kerap melihat kecelakaan yang berlangsung hampir tiap hari di tempat tersebut, malahan sampai memakan korban jiwa.

"Jalan ini sangat sempit dulunya, untuk papasan mobil dan motor saja salah satunya harus berhenti. Sering kecelakaan, lebih kurang setiap hari kecelakaan, bahkan ada yang meninggal. Dari situ, saya berpikir coba untuk berbuat," tambahnya.

Pada tingkatan awal, ia semata-mata memanfaatkan modal satu trip pasir dari mobil pikap berserta lima sak semen.

"Kotak amal itu kalau ada yang nyumbang kemudian dibelikan lagi material," ujarnya.

Nurman memaparkan bahwa ia tidak mengajak pihak lain dalam pengerjaan ini lantaran persoalan keterbatasan biaya operasional.

"Selama tiga tahun ini saya lakukan sendiri, tidak mengajak teman karena gajinya dari mana. Saya senang karena jalan yang dulunya berlubang dan sempit, saat ini sudah lancar dan tidak ada kendala lagi," tambahnya.

Sembari mencopot kopiah birunya, Nurman memandang puas kondisi jalanan yang sekarang telah halus tersebut, dengan ekspektasi besar supaya tidak didapati lagi kecelakaan yang menimpa warga dipicu jalan yang sempit serta rusak.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati