Dorong Ekonomi, Sumbar Ajukan Kawasan SSD Jadi PSN ke Pusat
PADANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sedang melangsungkan langkah strategis dalam mengajukan penggabungan tiga daerah, yaitu Kabupaten Sawahlunto, Sijunjung, dan Dharmasraya atau Kawasan SSD, agar dikukuhkan selaku Proyek Strategis Nasional kepada pemerintah pusat.
Kebijakan ini direalisasikan untuk memangkas disparitas ekonomi antara daerah pesisir barat dengan koridor selatan-timur Sumatera Barat.
Apabila pengajuan ini disetujui, daerah tersebut diproyeksikan tumbuh menjelma sebagai sentra pertumbuhan ekonomi baru lewat hilirisasi industri, keterpaduan logistik, serta optimalisasi pariwisata warisan budaya.
Guna merumuskan proposal tersebut, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, melangsungkan koordinasi bersama para pimpinan daerah terkait di rumah dinasnya.
Pertemuan itu dihadiri oleh Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, serta Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah.
Prosedur kolaborasi tersebut membuahkan penandatanganan berkas mufakat komitmen bersama antarwilayah.
"Kami ingin pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri. Sawahlunto, Sijunjung, dan Dharmasraya memiliki potensi yang saling melengkapi. Kalau kami satukan dalam satu arah pembangunan, kami yakin manfaatnya akan jauh lebih besar bagi masyarakat," ujar Vasko Ruseimy.
Vasko menjabarkan bahwa kawasan SSD bakal digarap selaku klaster ekonomi modern yang bertumpu pada pengokohan industri, peningkatan nilai tambah produk, energi hijau, serta sektor pariwisata.
Wagub menandaskan bahwa pengusulan status PSN ini bukan semata-mata untuk pendirian fisik atau penyerapan APBN saja.
Target intinya ialah merangsang ekosistem investasi swasta yang sanggup menampung tenaga kerja lokal dalam skala masif.
"Kalau akses semakin baik, investasi akan lebih mudah masuk. Ketika investasi tumbuh, usaha masyarakat ikut berkembang, lapangan kerja bertambah, dan ekonomi daerah bergerak lebih cepat. Itu yang sedang kami siapkan bersama," kata Vasko.
Tiap-tiap daerah di dalam kawasan SSD mempunyai kelebihan kompetitif, yang mana Sawahlunto bertumpu pada pariwisata warisan UNESCO, Sijunjung memperkokoh logistik serta agraris, sedangkan Dharmasraya bertindak selaku gerbang utama jalur lintas tengah Sumatera.
Kesuksesan pengajuan ini memerlukan komitmen administrasi yang transparan, termasuk penyediaan data makro serta analisis kelayakan daerah.
Berkas kesepakatan itu turut melingkupi akselerasi sinkronisasi rencana tata ruang wilayah demi menjamin kepastian hukum investasi.
Di samping itu, terdapat komitmen untuk menyokong ketersediaan lahan infrastruktur logistik skala besar supaya tidak memicu perselisihan lahan.
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menegaskan kesediaan daerahnya dalam memfasilitasi regulasi lokal serta sokongan anggaran guna memenuhi kriteria PSN.
"Kami siap mendukung sesuai kewenangan dan kemampuan keuangan daerah masing-masing. Harapannya, usulan ini disetujui Pemerintah Pusat sehingga dapat mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan Sawahlunto, Sijunjung, Dharmasraya, maupun Sumatera Barat secara keseluruhan," ujar Annisa.
Pasca-kesepakatan ini, Pemprov Sumbar lewat Bappeda bakal secepatnya merangkai proposal lengkap untuk diserahkan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Bappenas.