Piala Dunia 2026: Gugur dari Argentina, Timnas Mesir Tetap Dipuji
ATLANTA - Kekalahan tragis tim nasional Mesir dari Argentina pada fase 16 besar Piala Dunia 2026 tidak menyurutkan rasa bangga Pemerintah maupun Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) terhadap perjuangan The Pharaohs.
Mesir terpaksa menyudahi torehan bersejarah mereka setelah ditumbangkan 2-3 oleh sang juara bertahan Argentina di Stadion Atlanta pada Selasa (7/7/2026) tengah malam WIB.
Sempat memimpin dua gol terlebih dahulu, Mesir pada akhirnya kecolongan tiga kali dalam 14 menit terakhir pertandingan.
Lionel Messi berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-83 sebelum Enzo Fernandez melesakkan gol kemenangan bagi Argentina pada masa injury time.
Namun, jalannya laga tersebut diwarnai oleh kontroversi yang memicu protes keras dari pihak Mesir.
Berdasarkan laporan dari Al Jazeera, beberapa keputusan wasit Francois Letexier menjadi pusat perhatian, termasuk dianulirnya gol milik Mostafa Ziko sesudah peninjauan Video Assistant Referee (VAR).
Pada menit-menit menjelang laga usai, sejumlah pelanggaran yang dinilai dilakukan oleh pemain Argentina juga disebut luput dari pengawasan wasit.
Meski papan skor akhir Argentina vs Mesir menunjukkan angka 3-2, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi tetap memberikan dukungan penuhnya kepada tim nasional.
Melalui akun resminya di media sosial X, El-Sisi menyampaikan rasa terima kasih atas kerja keras Mohamed Salah dan rekan-rekan di sepanjang turnamen.
"Kami bangga kepada kalian dan pencapaian yang telah diraih. Masa depan yang lebih cerah menanti kalian," tulis El-Sisi, seperti dikutip Al Jazeera.
Apresiasi senada sebelumnya telah disampaikan oleh Federasi Sepak Bola Mesir (EFA).
Melalui akun resminya, EFA menyatakan bahwa para pemain telah memperlihatkan tanggung jawab yang besar selama berlaga di Piala Dunia 2026.
"Kalian telah menunjukkan tanggung jawab yang luar biasa. Kami bangga kepada kalian. Terima kasih untuk segalanya," tulis EFA.
Walaupun gagal melangkah ke babak perempat final, Mesir tetap mengukir sejarah baru setelah sebelumnya sukses menembus babak 16 besar dan menyingkirkan Australia pada fase gugur.
Berdasarkan laporan dari Al Jazeera, tensi pertandingan memuncak pada 15 menit terakhir laga.
Selain gol Ziko yang dibatalkan oleh VAR, pihak Mesir juga melayangkan protes terhadap sejumlah keputusan lain yang dianggap menguntungkan pihak Argentina.
Pelatih Hossam Hassan bahkan dihadiahi kartu kuning saat melancarkan protes dari tepi lapangan.
Dalam salah satu momen yang turut disorot Al Jazeera, Hassan sempat menyilangkan kedua tangannya hingga membentuk huruf "X".
Isyarat tangan tersebut merupakan sinyal resmi dalam protokol antirasisme FIFA guna melaporkan adanya dugaan tindakan rasis.
Menurut laporan tersebut, gestur itu seharusnya membuat wasit menghentikan laga untuk sementara waktu demi menangani laporan yang ada.
Namun, pertandingan tetap dilanjutkan sampai peluit panjang tanda berakhirnya laga dibunyikan.
Sampai saat ini, masih belum ada penjelasan resmi yang dikeluarkan oleh pihak FIFA terkait insiden tersebut.
Di jagat media sosial, aliran dukungan terus mengalir bagi timnas Mesir.
Banyak suporter menilai para pemain tetap sangat layak mendapatkan apresiasi atas pencapaian mereka menembus babak 16 besar, yang menjadi salah satu hasil terbaik bagi Mesir di Piala Dunia.
Laporan Al Jazeera turut menyebutkan bahwa warga Palestina ikut memberikan dukungan mereka kepada Mesir.
Sebelumnya, Hossam Hassan sempat membawa bendera Palestina ke dalam lapangan saat merayakan kemenangan atas Australia pada babak terdahulu.
Hassan juga mendedikasikan kemenangan tersebut secara khusus untuk rakyat Mesir dan Palestina.
Setelah tersingkir dari ajang Piala Dunia, Mohamed Salah beserta rekan-rekannya tetap memperoleh sambutan yang hangat ketika kembali ke hotel tempat mereka menginap.
Berdasarkan laporan Al Jazeera, para pendukung telah setia menunggu di luar hotel sembari mengibarkan bendera Mesir dan memberikan apresiasi kepada tim yang mereka anggap tetap pulang sebagai pahlawan walaupun gagal melaju ke babak perempat final.