Baznas Sediakan Layanan Kesehatan Gratis Bagi Penyandang Disabilitas di Bandung
- Jumat, 13 Maret 2026
JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui Rumah Sehat Baznas (RSB) Jawa Barat kembali memberikan layanan kesehatan gratis bagi peserta Pesantren Kilat Disabilitas di Perpustakaan Pusat Dakwah Islam (Pusdai), Bandung.
Kegiatan ini berlangsung baru-baru ini dan menegaskan komitmen Baznas dalam memastikan kelompok rentan mendapat layanan kesehatan yang layak.
Deputi II Baznas RI Imdadun Rahmat menjelaskan, kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 65 orang. Para penerima manfaat terdiri atas anak-anak penyandang disabilitas, pendamping mereka, dan warga sekitar.
Baca JugaMendiktisaintek Tekankan Peranan Kampus dalam Hilirisasi Pertanian Nasional
“Ini juga menjadi bentuk keberpihakan kami kepada kaum rentan, seperti penyandang disabilitas. Zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang disalurkan para muzaki kami jaga amanahnya untuk diberikan kepada delapan asnaf yang berhak, termasuk penyandang disabilitas,” ungkap Imdadun.
Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, dan tindakan pengobatan. Obat-obatan juga disediakan sesuai hasil diagnosis, sehingga peserta menerima penanganan yang tepat sesuai kondisi masing-masing.
Fokus pada Akses Setara bagi Penyandang Disabilitas
Menurut Imdadun, penyandang disabilitas sering kali mengalami kesulitan mengakses fasilitas kesehatan. Program Rumah Sehat Baznas hadir untuk memastikan mereka memperoleh hak yang sama dengan masyarakat lainnya.
“Kami ingin para penyandang disabilitas ini juga memiliki hak yang sama seperti masyarakat lainnya, yakni dapat mengakses layanan kesehatan yang layak dan mudah dijangkau. Layanan kesehatan gratis ini berasal dari dana umat dan harus kembali untuk kemaslahatan umat,” tegasnya.
Selain memberikan layanan medis, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kesehatan. Peserta diajarkan praktik hidup sehat, pengelolaan penyakit kronis, serta langkah-langkah pencegahan infeksi. Hal ini membuat layanan Baznas bersifat kuratif sekaligus promotif, meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.
Pemantauan Kondisi Kesehatan dan Penanganan Spesifik
Tim RSB Jabar mencatat sejumlah keluhan kesehatan dari peserta, termasuk hipertensi, hiperglikemia, myalgia, hiperurisemia, dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Data ini menegaskan pentingnya keberadaan layanan kesehatan yang mudah dijangkau, terutama bagi kelompok rentan.
“Indikator peningkatan kesejahteraan adalah kesehatan masyarakat yang meningkat. Karena itu, kami terus berupaya menghadirkan program kesehatan, termasuk yang dapat menjangkau kelompok rentan,” ujar Imdadun.
Pendekatan ini tidak hanya fokus pada perbaikan fisik tetapi juga edukasi terkait manajemen penyakit. Peserta diberikan pemahaman mengenai cara mengelola kondisi kesehatan mereka secara mandiri, sehingga manfaatnya berkelanjutan.
Ekspansi Layanan Rumah Sehat Baznas di Berbagai Daerah
Baznas terus memperluas layanan Rumah Sehat di berbagai wilayah untuk menjangkau lebih banyak masyarakat. Saat ini, terdapat 38 Rumah Sehat Baznas yang tersebar di seluruh Indonesia.
Layanan ini diperkuat dengan dua unit layanan kesehatan bergerak berupa ambulans laut di Kepulauan Sangihe dan Talaud, sehingga daerah terpencil juga memperoleh pelayanan medis berkualitas.
“Melalui program layanan kesehatan gratis ini, kami berharap para penyandang disabilitas dan masyarakat sekitar dapat memperoleh manfaat langsung dari dana zakat, sekaligus memperkuat peran zakat dalam meningkatkan kualitas hidup mustahik,” jelas Imdadun.
Ekspansi ini memastikan cakupan layanan kesehatan lebih luas, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan. Layanan yang holistik, mulai dari pemeriksaan, pengobatan, hingga edukasi, menjadikan Baznas sebagai model program kesehatan berbasis zakat.
Dampak Positif bagi Masyarakat dan Optimalisasi Dana Zakat
Program Rumah Sehat Baznas di Bandung menjadi bukti nyata pemanfaatan zakat untuk meningkatkan kualitas hidup kelompok rentan. Anak-anak penyandang disabilitas menerima perhatian khusus, sementara masyarakat sekitar memperoleh edukasi kesehatan dan pengobatan sesuai kebutuhan.
Keberhasilan program ini mendorong Baznas untuk memperluas kegiatan serupa ke seluruh provinsi. Dengan pendekatan ini, dana zakat dimanfaatkan tidak hanya sebagai bantuan finansial, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan sosial dan peningkatan kesehatan masyarakat.
Layanan ini menunjukkan bagaimana Baznas menjalankan amanah zakat secara efektif dan tepat sasaran. Penyandang disabilitas dapat mengakses layanan kesehatan yang layak, sementara masyarakat mendapatkan edukasi dan pengobatan yang mendukung kesejahteraan jangka panjang.
Dengan adanya program ini, Baznas memperkuat peran zakat dalam kehidupan masyarakat, sekaligus memberikan contoh nyata bagi lembaga lain mengenai pemanfaatan dana sosial untuk meningkatkan kualitas hidup kelompok rentan.
Sindi
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Baznas Sediakan Layanan Kesehatan Gratis Bagi Penyandang Disabilitas di Bandung
- Jumat, 13 Maret 2026
TNI dan Polri Dikerahkan untuk Menjamin Keselamatan Pemudik Sepanjang Jalur
- Jumat, 13 Maret 2026
Kemensos Salurkan Bantuan Rp83,7 Juta Untuk 15 Keluarga Banjir Pariaman
- Jumat, 13 Maret 2026
BPJS Kesehatan Hadirkan Posko Mudik Gratis Layani Pemudik Lebaran 2026
- Jumat, 13 Maret 2026
Berita Lainnya
TNI dan Polri Dikerahkan untuk Menjamin Keselamatan Pemudik Sepanjang Jalur
- Jumat, 13 Maret 2026
Kemensos Salurkan Bantuan Rp83,7 Juta Untuk 15 Keluarga Banjir Pariaman
- Jumat, 13 Maret 2026
BPJS Kesehatan Hadirkan Posko Mudik Gratis Layani Pemudik Lebaran 2026
- Jumat, 13 Maret 2026





.jpg)
