Mendiktisaintek Tekankan Peranan Kampus dalam Hilirisasi Pertanian Nasional
- Jumat, 13 Maret 2026
JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam hilirisasi pertanian.
Ia menyebut bahwa keunggulan perguruan tinggi terletak pada riset, namun implementasi riset ke tahap hilir harus dilakukan melalui kolaborasi dengan industri.
“Kami unggul untuk penelitian tetapi kalau sudah masuk ke hilir seperti ini, maka harus berkolaborasi dengan industri. Kami sangat senang pada hari ini kita di perguruan tinggi tentunya nanti bersama-sama dengan BRIN, diajak langsung menyasar komoditas-komoditas yang nilai kemandiriannya belum sepenuhnya atau masih ketergantungan dengan pihak lain,” kata Brian.
Baca JugaMendiktisaintek Tekankan Peranan Kampus dalam Hilirisasi Pertanian Nasional
Melalui kolaborasi ini, perguruan tinggi tidak hanya fokus pada penelitian, tetapi juga dapat mengoptimalkan hasil riset agar siap dimanfaatkan dalam industri dan pasar. Strategi ini menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Peran Pemerintah dan Kebijakan Mendukung Inovasi Pertanian
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menambahkan bahwa kemajuan sektor pertanian tidak hanya ditopang inovasi perguruan tinggi, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah dan sektor industri.
Menurutnya, hasil penelitian kampus perlu diterjemahkan menjadi kebijakan yang bisa diimplementasikan secara praktis.
“Inovasi tidak cukup kalau regulator pemerintah tidak terlibat. Tujuannya supaya penelitian-penelitian yang ada di kampus ini dieksplorasi dalam bentuk kebijakan, karena anggaran ada di pemerintah,” ujarnya.
Peran pemerintah penting untuk memastikan setiap riset memiliki dampak nyata, mulai dari peningkatan produktivitas hingga penguatan kemandirian sektor pertanian. Hal ini sekaligus menjamin riset tidak berhenti di tahap laboratorium, melainkan siap diaplikasikan secara luas bagi masyarakat dan industri.
BRIN Sebagai “Dapur Riset” Mendukung Kolaborasi Strategis
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menekankan posisi lembaganya sebagai “Dapur Riset” yang mendukung kebutuhan penelitian berbagai kementerian dan lembaga. BRIN berperan dalam menyelaraskan tema riset yang diperlukan sehingga kolaborasi antar-pihak menjadi lebih efektif.
“Tanpa peta jalan bersama antara Kemdiktisaintek dengan BRIN, maka kita khawatirkan riset-riset akan overlap dan kemudian tidak bisa fokus pada penyelesaian masalah, penyelesaian solusi,” jelas Arif.
BRIN juga telah melakukan penyusunan peta jalan riset bersama Kemdiktisaintek, memastikan setiap proyek penelitian memiliki arah yang jelas dan target implementasi yang konkret. Langkah ini diharapkan mencegah duplikasi riset dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya.
Kesepakatan Bersama Perkuat Hilirisasi dan Produktivitas Pertanian
Dalam rangka memperkuat sinergi, Kemdiktisaintek bersama Kementan, BRIN, dan sejumlah perguruan tinggi menandatangani kesepakatan bersama di Gedung Kementan, Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.
Kesepakatan ini menegaskan komitmen semua pihak untuk memperkuat kolaborasi riset dan inovasi demi pembangunan sektor pertanian nasional.
Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan berbagai terobosan teknologi dan produk unggulan yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendorong kemandirian dan daya saing Indonesia di tingkat global.
Dengan demikian, riset yang dihasilkan perguruan tinggi dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Melalui kesepakatan ini, perguruan tinggi, pemerintah, dan industri akan bersinergi dalam tahap hilirisasi, mulai dari pengembangan komoditas strategis, penyempurnaan proses produksi, hingga pemanfaatan teknologi baru yang dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produk pertanian.
Dampak Nyata bagi Masyarakat dan Pembangunan Nasional
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas, tetapi juga pada keberlanjutan pembangunan pertanian dan kesejahteraan masyarakat.
Program ini memungkinkan riset ilmiah diterjemahkan menjadi solusi praktis yang bermanfaat langsung bagi petani, pelaku usaha, dan konsumen.
Dengan pendekatan terpadu, diharapkan Indonesia mampu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas ekspor produk pertanian, dan menciptakan ekosistem industri yang mandiri.
Strategi hilirisasi ini juga mendorong generasi muda dan akademisi untuk berperan aktif dalam pembangunan sektor pertanian, sekaligus memanfaatkan inovasi teknologi secara maksimal.
Brian Yuliarto menegaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada sinergi semua pihak. Pendekatan kolaboratif antara perguruan tinggi, BRIN, pemerintah, dan industri menjadi model bagi pengembangan riset yang dapat diterapkan di sektor lain, menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan bagi Indonesia.
Sindi
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Baznas Sediakan Layanan Kesehatan Gratis Bagi Penyandang Disabilitas di Bandung
- Jumat, 13 Maret 2026
TNI dan Polri Dikerahkan untuk Menjamin Keselamatan Pemudik Sepanjang Jalur
- Jumat, 13 Maret 2026
Kemensos Salurkan Bantuan Rp83,7 Juta Untuk 15 Keluarga Banjir Pariaman
- Jumat, 13 Maret 2026
BPJS Kesehatan Hadirkan Posko Mudik Gratis Layani Pemudik Lebaran 2026
- Jumat, 13 Maret 2026
Berita Lainnya
TNI dan Polri Dikerahkan untuk Menjamin Keselamatan Pemudik Sepanjang Jalur
- Jumat, 13 Maret 2026
Kemensos Salurkan Bantuan Rp83,7 Juta Untuk 15 Keluarga Banjir Pariaman
- Jumat, 13 Maret 2026
BPJS Kesehatan Hadirkan Posko Mudik Gratis Layani Pemudik Lebaran 2026
- Jumat, 13 Maret 2026





.jpg)
