Breaking

Tak Ada Anggaran, Pemkab Pangandaran Tiadakan Job Fair Tahun Ini

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Senin, 29 Juni 2026
Tak Ada Anggaran, Pemkab Pangandaran Tiadakan Job Fair Tahun Ini
Sejumlah calon pelamar kerja antre saat melamar pekerjaan pada Ciamis Job Fair 2025. (FOTO:NET)

PANGANDARAN - Di tengah tingginya angka masyarakat yang berburu lapangan pekerjaan di wilayah Kabupaten Pangandaran, jajaran pemerintah daerah memberikan kepastian tidak akan menyelenggarakan bursa kerja atau job fair pada tahun 2026.

Padahal, terhitung sampai pengujung Juni ini, total warga yang mengurus pembuatan kartu kuning atau kartu pencari kerja dilaporkan sudah menembus angka 730 orang.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pangandaran, Dedi Surachman memaparkan, perolehan angka tersebut dihimpun sampai dengan hari Jumat pekan lalu.

“Sampai Jumat kemarin, pencetak kartu kuning ada 730 orang,” kata Dedi saat dikonfirmasi, Senin (29/6/2026).

Dokumen kartu kuning atau AK-1 itu sendiri bertindak selaku salah satu berkas umum yang jamak diurus oleh masyarakat sebagai persyaratan administrasi dalam melamar pekerjaan.

Banyaknya jumlah warga yang memproses pembuatan kartu kuning tersebut menjadi cerminan bahwasanya kebutuhan publik terhadap ketersediaan lapangan kerja di Pangandaran masih berada di level yang tinggi.

Akan tetapi, tatkala jumlah pemburu kerja senantiasa mengalami lonjakan, agenda job fair di tingkat kabupaten malahan dipastikan belum bisa digulirkan pada tahun ini.

Pihak pemerintah daerah mengaku terbentur oleh masalah keterbatasan alokasi dana anggaran.

“Sementara, tahun ini memang enggak ada job fair. Karena keterbatasan anggaran juga ya. Jadi kami mengikutnya ke job fair yang Provinsi Jawa Barat,” ujar Dedi.

Mengacu pada penjelasan Dedi, iklim ketenagakerjaan di kawasan Pangandaran sejatinya masih dihadapkan pada rentetan tantangan yang berat.

Salah satu pemicunya disebabkan oleh minimnya ketersediaan lowongan kerja di daerah setempat yang dalam roda ekonominya lebih bertumpu pada sektor pariwisata serta bidang jasa.

“Karena di sini terbatas lowongan kerja. Industri kan tidak ada di sini. Yang lain sektor pariwisata jasa. Ya, kuliner gitu kan sebagainya. Jadi banyak yang merantau keluar,” lanjutnya.

Berdasarkan himpunan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pangandaran tahun 2025, angka penduduk yang belum ataupun tidak bekerja menyentuh 154.028 orang dari akumulasi total 450.930 warga.

Bila dikorelasikan dengan total masyarakat berumur di bawah 15 tahun yang menyentuh angka 92.176 jiwa, maka masih dijumpai kisaran 61.852 jiwa populasi berumur produktif yang masuk ke dalam klasifikasi belum atau tidak memiliki pekerjaan.

Kendati melangkah tanpa didampingi pelaksanaan agenda job fair di tingkat kabupaten, pihak Dinas Ketenagakerjaan Pangandaran menyatakan senantiasa berupaya memfasilitasi publik dalam menjangkau akses informasi pekerjaan.

Salah satu caranya ditempuh lewat langkah mendorong pihak korporasi ataupun para pelaku usaha yang tengah memerlukan tambahan sumber daya manusia supaya bersinergi dengan pemerintah daerah agar persebaran kabar lowongan kerja bisa berjalan lebih kilat menyentuh masyarakat.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua