Breaking

Ryan Mendes Terseret Kasus Pemerkosaan, FIFA Buka Suara

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Senin, 29 Juni 2026
Ryan Mendes Terseret Kasus Pemerkosaan, FIFA Buka Suara
FIFA akhirnya angkat bicara terkait tuduhan pemerkosaan yang menjerat kapten timnas Tanjung Verde, Ryan Mendes.(FOTO:NET)

MIAMI - Pemimpin lapangan tim nasional Cape Verde, Ryan Mendes, tersandung kasus dugaan tindakan pemerkosaan di tengah masa perjuangannya pada perhelatan Piala Dunia 2026.

Otoritas FIFA segera menentukan sikap terkait persoalan itu, dan di bawah ini merupakan rilis resmi mereka.

Berdasarkan kabar dari media asal Brasil, O Globo, Mendes terseret dalam perkara dugaan perbuatan amoral.

Aksi tersebut diduga kuat berlangsung sebelum dirinya berangkat demi bertanding di turnamen Piala Dunia 2026.

Perbuatan tidak terpuji itu disinyalir terjadi kala dirinya tengah melakoni laga di Selandia Baru dalam ajang FIFA Series pada bulan Maret yang lalu.

Pihak yang memegang status korban ialah seorang alih bahasa (penerjemah) berpaspor Brasil, yang menyampaikan pengakuan bahwa dirinya telah dinodai di dalam area kamar hotel.

Lewat pengaduan yang diserahkan, korban menjelaskan bahwa dirinya sempat mendapatkan perlakuan kekerasan fisik sebelum pada akhirnya dinodai.

Korban menyatakan sempat melaporkan kejadian kelam ini kepada otoritas federasi sepak bola Cape Verde, sebelum akhirnya membulatkan tekad guna melayangkan laporan resmi menuju kepolisian.

Pada waktu sekarang ini, Ryan Mendes tengah masuk dalam proses penyelidikan yang tengah dikerjakan oleh petugas kepolisian Selandia Baru.

Walaupun sedang didera oleh urusan hukum yang rumit itu, Mendes terlihat masih aktif merumput mengawal Cape Verde di pentas Piala Dunia 2026.

Perkara yang menggemparkan publik ini pada akhirnya memicu induk organisasi sepak bola dunia, FIFA, ikut dituntut guna melayangkan respons resmi.

Menyadur kabar dari Independent, utusan dari juru bicara FIFA menegaskan bahwa lembaganya masih belum bisa melayangkan ulasan secara mendetail, namun mereka senantiasa memperlakukan isu ini secara serius.

"FIFA menanggapi setiap tuduhan pelanggaran dengan sangat serius, dan telah memiliki prosedur yang jelas bagi siapa pun di dunia sepakbola yang ingin melaporkan suatu insiden," katanya.

Figur Mendes sendiri ialah elemen yang amat vital untuk kedalaman skuad Cape Verde.

Dirinya merupakan pemegang catatan pemilik caps terbanyak lewat kumpulan 101 pertandingan, sekaligus memegang predikat sebagai pendulang gol terbanyak sepanjang sejarah untuk negaranya melalui koleksi 22 gol.

Atlet sepak bola yang saat ini telah menyentuh umur 36 tahun itu senantiasa dipasang secara penuh sepanjang melewati babak penyisihan grup kala berhadapan dengan Spanyol, Uruguay, serta Arab Saudi.

Dirinya pun berhasil membawa tim dengan julukan Blue Sharks tersebut melangkah menuju babak sistem gugur 32 besar.

Dalam laga selanjutnya, Cape Verde diagendakan bakal menantang sang petahana Argentina pada fase 32 besar Piala Dunia 2026 yang dihelat hari Sabtu (4/7) mendatang.

Pertanyaan yang lantas mengemuka ialah apakah Ryan Mendes tetap bakal dipasang sebagai sebelas pertama dalam pertandingan hidup mati itu?

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua