Breaking

Polda Jatim Bongkar Modus Baru Pencurian Motor Keyless Pakai Mobil

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Rabu, 01 Juli 2026
Polda Jatim Bongkar Modus Baru Pencurian Motor Keyless Pakai Mobil
Pengungkapan kasus 3C dirilis oleh Ditreskrimum Polda Jatim.(FOTO:NET)

SURABAYA - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Jawa Timur membongkar taktik para pelaku pencurian kendaraan bermotor yang dilengkapi sistem pengaman smart key serta keyless.

Sebelumnya, Polda Jawa Timur mendata peristiwa tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian motor (curanmor) sepanjang Juni 2026 mencapai 320 kasus.

Dari total tersebut, sebanyak 195 kasus berhasil diselesaikan dengan menyeret 222 tersangka.

Di antara ratusan perkara yang terbongkar dan barang bukti yang disita, satu unit kendaraan roda dua bermerek Honda Stylo justru menjadi sasaran empuk para pelaku.

Padahal, sepeda motor jenis tersebut dipersenjatai sistem pengamanan tingkat tinggi berupa teknologi keyless.

Kasubdit III Jatanras Dit Reskrimum Polda Jatim, AKKA Arbaidi Jumhur menuturkan, komplotan tersangka mempunyai metode spesifik untuk menggasak kendaraan itu selain dengan memakai kunci letter T.

“Umumnya pelaku melakukan pencurian menggunakan kunci T, tapi ada yang sistem baru itu dia tidak merusak tapi langsung mengangkut,” kata Jumhur di Mapolda Jatim, Selasa (30/6/2026).

Sebagai informasi, keyless merupakan mekanisme pengganti kunci konvensional yang mana proses menyalakan motor tidak membutuhkan colokan anak kunci fisik melainkan cukup menekan remote atau perangkat yang telah terintegrasi dengan sistem motor.

Sementara smart key merupakan varian yang jauh lebih canggih ketimbang sistem keyless biasa.

Mekanisme ini tidak sekadar mengalihkan fungsi kunci, namun juga memiliki kapasitas untuk mendeteksi sinyal unik yang dipancarkan oleh remote.

Remote tersebut mesti berada pada radius jarak tertentu supaya sistem memvalidasinya sebagai pemilik sah kendaraan.

Jika tidak terdeteksi, mesin motor sama sekali tidak bakal dapat dihidupkan.

Dengan sistem pengamanan berlapis tersebut, motor berfitur canggih ini rupanya tetap tidak luput dari incaran aksi pencurian.

Komplotan pencuri mengangkutnya secara langsung memanfaatkan armada kendaraan roda empat.

“Sering lihat di medsos kan bahwa pelaku tidak hanya menggunakan motor saja untuk mencari sasaran. Tapi dia membawa mobil pikap atau minibus. Dia patroli pinggir jalan, biasanya langsung dimasukkan ke mobil,” ungkapnya.

Tersangka curanmor yang menggunakan modus operandi semacam ini tidak bergerak seorang diri, melainkan terorganisasi dalam komplotan dengan jumlah rata-rata empat orang pelaku.

“Beberapa TKP yang kami ungkap ada di Gresik, Lamongan. Tersangka muter-muter, dia residivis, mungkin takut dikenali, dia menggunakan minibus. Dia keliling, pantau, ambil unit di pinggir jalan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua