Breaking

Dianggap Rendahkan Wanita, Lagu Bupati Purwakarta Dikritik Atalia

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Kamis, 02 Juli 2026
Dianggap Rendahkan Wanita, Lagu Bupati Purwakarta Dikritik Atalia
Anggota DPR RI, Atalia Praratya.(FOTO:NET)

PURWAKARTA - Anggota DPR RI Komisi VIII Atalia Praratya menilai bahwa Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein telah memojokkan kaum perempuan melalui sebuah karya lagu berbahasa Sunda yang bertajuk "Lalaki Langit, Lalanang Bejat".

"Hari ini kami mati-matian melawan budaya patriarki yang merendahkan perempuan. Namun mengapa justru narasi yang sangat patriarkal lahir dari karya seorang kepala daerah?," kata Atalia melalui unggahan akun Instagramnya @ataliapr, yang dikonfirmasi ANTARA dari Purwakarta, Rabu.

Atalia Praratya mengunggah cuplikan lagu garapan Binzein tersebut pada 19 Januari 2026 lewat akun Instagram pribadinya.

Menurut sudut pandangnya, tembang tersebut bukanlah sebuah karya seni melainkan cerminan dari pola pikir yang dapat membawa dampak merusak.

Ia pun mempertanyakan kelayakan lagu itu untuk disebut sebagai sebuah karya karena rangkaian liriknya bisa ditafsirkan sebagai bentuk pelecehan terhadap kaum hawa.

"Jujur saya tidak habis pikir, se-positif apapun saya memaknai lagu ini. Saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan," ungkapnya.

Atalia merasa heran lantaran dari sekian banyak pilihan kosakata bahasa Sunda yang indah serta pesan bermakna yang dapat mengangkat harkat martabat manusia, justru narasi yang mendiskreditkan wanita yang dipilih untuk diangkat.

"Sebodoh apapun saya memahami Budaya Sunda, saya tahu bahwa Budaya Sunda dibangun di atas nilai silih asih, silih asah, silih asuh, silih wawangi. Saya percaya, Budaya Sunda tidak pernah mengajarkan kami untuk menertawakan beban biologis seorang perempuan," katanya.

Di bawah ini adalah lirik lagu berbahasa Sunda karya Bupati Purwakarta yang dinilai oleh Atalia telah merendahkan kaum perempuan:

Nuhun Gusti Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki Cacak mun jadi awewe Es-Em-Pe Kelas Tilu Tos karuron tujuh kali Nuhun Gusti Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki Teu kudu meuli kutang Itu busana leuwih gede batan susu Nuhun Gusti Tos nyiptakeun kurng jadi lalaki Teu kudu ngaprak-ngaprak apotek Alatan telat bulan Nuhun Gusti Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki Teu kudu ngalukis halis jeung bulu mata Sakalina ngiceup hese beunta (Terima kasih Tuhan sudah menciptakan aku jadi laki-laki Andai saja jadi perempuan SMP kelas tiga sudah keguguran tujuh kali Terima kasih Tuhan sudah menciptakan aku jadi laki-laki Tidak usah membeli bra, yang busanya lebih besar daripada payudara Terima kasih Tuhan sudah menciptakan aku jadi laki-laki Tidak usah keluyuran mencari apotek, karena telat datang bulan Terima kasih Tuhan sudah menciptakan aku jadi laki-laki Tidak usah melukis alis dan bulu mata yang sekali berkedip susah melek Lelaki langit, Lelaki bejat)

Di lain pihak, sewaktu dikonfirmasi secara terpisah, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menegaskan bahwa lagu tersebut digubah bukan dengan niat untuk menyudutkan atau menyinggung kalangan tertentu, khususnya kaum wanita.

Ia menjabarkan bahwa karya yang berwujud puisi dan lagu itu sebetulnya telah ditulis sejak beberapa tahun silam sebagai bentuk otokritik terhadap dirinya sendiri.

"Itu puisi dan lagu diciptakan tahun 2020, bercerita tentang diri saya sendiri. Berawal dari renungan atas perilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu saya nakal," katanya.

Untaian lirik yang termuat di dalam lagu tersebut dianggap sebagai bentuk kejujuran atas ketidaksempurnaan pribadinya di masa lalu.

Ia memandang karya ini sebagai sarana perenungan spiritual sekaligus emosional dari cerita perjalanan hidup yang dilaluinya.

Kendati demikian, ia tetap menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kehebohan serta rasa kurang nyaman yang sempat timbul akibat peredaran lirik lagu tersebut.

"Saya mohon maaf jika ada pihak yang merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu. Namun tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu. Itu murni cerita tentang diri saya sendiri," katanya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua