Breaking

Rentetan Kejahatan Taufik Hidayat Penyekap YTR Mulai Terbongkar

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Kamis, 02 Juli 2026
Rentetan Kejahatan Taufik Hidayat Penyekap YTR Mulai Terbongkar
Tampang taufik hidayat.(FOTO:NET)

BANDUNG - Penangkapan terhadap Taufik Hidayat (30) tidak semata-mata menyingkap perkara dugaan penganiayaan serta penyekapan yang menimpa YTR (29).

Seiring dengan berjalannya proses penyelidikan, deretan dugaan tindak kriminal lain yang menyeret namanya kini mulai terkuak ke publik.

Taufik Hidayat diketahui sempat berkencan dengan seorang wanita pada sebuah hotel di daerah Jatinangor, Sumedang, ketika aksi penyekapan terhadap YTR sebenarnya masih berlangsung.

Kendati demikian, ia justru kabur tanpa membayar sewa kamar hotel tersebut sekaligus menggasak telepon seluler milik teman kencannya.

Berdasarkan data yang terkumpul, insiden tersebut berlangsung pada 4 Maret 2026 yang lalu.

Bahkan, tayangan rekaman videonya sempat menjadi viral di jagat media sosial.

Merujuk pada video yang beredar, Taufik mendatangi hotel tersebut bersama teman perempuannya pada waktu malam hari.

Setelah selesai berkencan, Taufik melarikan diri dan meninggalkan wanita itu sendirian di dalam kamar hotel.

Ketika pergi meninggalkan hotel, Taufik sama sekali tidak menyelesaikan administrasi pembayaran.

Bukan hanya itu, gawai milik teman wanitanya yang ditaruh di dalam bagasi sepeda motor kepunyaan Taufik juga ikut dibawa lari.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menyebutkan, tindakan kriminal yang diperbuat oleh Taufik tersebut mulanya belum dibeberkan.

"Bahwa bener hasil keterangan Taufik Hidayat yang ada di video tersebut adalah dirinya, sekira lima bulan yang lalu berkenalan dengan NL seorang janda yang di dapat dari Aplikasi. Kemudian Taufik Hidayat melanjutkan komunikasi melalui WhatsApp selama kurang lebih dua hari dan langsung menjalin hubungan," kata Hendra dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/7/2026).

Hendra juga membenarkan perihal Taufik dan NL yang sempat menyewa kamar di hotel tersebut.

Sebelum beranjak menuju hotel, keduanya terlebih dahulu mengadakan pertemuan di kawasan Padasuka.

"Taufik mengajak ketemuan dan menjemput NL di daerah Padasuka di rumahnya, kemudian pergi ke Hotel yang beralamat di Jalan Raya Jatinangor sekitar Pukul 19.30 WIB, Taufik dan NL melakukan cek in dan langsung berhubungan badan di hotel tersebut," ujar Hendra.

Selanjutnya pada pukul 21.00 WIB, seusai berhubungan badan, Taufik memilih pulang ke rumah kos miliknya dan meninggalkan NL.

Taufik diduga merasa gusar lantaran perempuan yang dikencaninya itu tidak sejalan dengan kesepakatan awal mereka.

"Taufik merasa kesal (bertengkar) dikarenakan NL ingin pulang pada Pukul 03.00 WIB, tetapi Taufik mengingikan pulang dari Hotel tersebut sekira pukul 06.00 WIB," tuturnya.

"Setelah kejadian tersebut, Taufik tidak lagi menghubungi NL atau lost contact," ucapnya.

Hendra juga mengonfirmasi bahwa Taufik Hidayat sempat menginap dengan wanita yang diketahui berstatus sebagai seorang janda.

Taufik lantas meninggalkan teman kencannya begitu saja di area hotel.

Mengenai laporan bahwa Taufik tidak melunasi biaya hotel serta melarikan ponsel teman wanitanya yang berinisial NL, warga Padasuka, Hendra menyebut hal itu saat ini masih dalam tahapan penyelidikan.

"Untuk yang terkait ini (tidak bayar hotel dan bawa HP) masih kami dalami karena belum kami tanyakan kepada yang bersangkutan," kata Hendra di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta.

Hendra menguraikan bahwa peristiwa tersebut terjadi di sela-sela aksi penganiayaan serta penyekapan yang dilakukan oleh tersangka terhadap korban YTR.

"Kalau untuk waktunya, si korban ini (YTR) masih penguasaan dia. Masih dalam penguasaan dia dan tentu saja ini selingan yang dilakukan selama dia melakukan penyekapan dan penganiayaan berat kepada si korban," ungkapnya.

Di samping itu, Hendra juga menuturkan bahwa perihal kedatangan Taufik Hidayat ke kediaman dinas Gubernur Jabar Dedi Mulyadi hingga kini masih didalami oleh tim penyidik.

"Untuk yang ini masih kami dalami, karena baru tadi malam CCTV yang telah beredar di media sosial, ini sudah kami konfirmasi," ujarnya.

"Nanti kami akan konfirmasi kepada yang bersangkutan," ujarnya.

Selain dari rentetan kasus tersebut, Taufik Hidayat saat ini juga terjerat laporan atas dugaan perampasan unit sepeda motor.

Perbuatan tersebut diduga dilakukan oleh Taufik sewaktu dirinya masih berprofesi sebagai penagih utang atau debt collector (DC).

"Untuk yang laporan ini sudah kami terima, sudah ada laporannya dan kami sedang dalami utamanya dari saksi-saksi pelapor," kata Hendra di Mapolda Jabar.

"Nanti setelah itu akan kami lakukan proses penyidikan terhadap si TH (Taufik)," tambahnya.

Hendra memberikan kepastian bahwa laporan dari masyarakat tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.

"Ini karena laporannya resmi sudah datang, maka kami akan tindak lanjuti," tuturnya.

Hendra mengutarakan, terkait perkembangan penanganan kasus penganiayaan serta penyekapan terhadap YTR, Direktorat PPA dan PPO Polda Jabar direncanakan menggelar rekonstruksi pada Kamis (2/7/2026) besok.

"Besok pada hari Kamis, kami akan melaksanakan rekonstruksi yang melibatkan dengan JPU and juga kuasa hukum," ujarnya.

Sementara itu, dalam proses perkembangannya, YTR kini telah aktif menjalin komunikasi dengan pihak keluarganya.

Ia juga sudah bisa memberikan keterangan kepada penyidik Direktorat Pelindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Jabar yang menangani perkaranya.

Kakak ipar dari YTR, Meilani, mengabarkan bahwa kondisi kesehatan YTR saat ini sudah berangsur-angsur membaik.

"Alhamdullilah sekarang mendingan," katanya via pesan singkat.

Informasi mengenai perkembangan kesehatan YTR turut dikonfirmasi oleh Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Jabar Kombes Pol Rumi Untari.

Rumi menyatakan bahwa kondisi korban YTR sudah memperlihatkan adanya kemajuan.

"Alhamdullilah kondisi membaik," ujarnya.

Rumi menambahkan, untuk saat ini diterapkan pembatasan interaksi antara YTR dengan pihak keluarga, kerabat, maupun kawan yang berniat untuk menjenguknya.

"Tidak boleh sering-sering dilihat karena takut ada virus dan ganggu proses pemulihan," tuturnya.

Di sudut lain, Dirut RSHS dr. Rachim Dinata Marsidi mengutarakan bahwa tindakan medis hingga kini masih difokuskan untuk menangani luka pada bagian kepala YTR.

"Masih mengatasi infeksinya. RSHS berkomitmen memberikan pelayanan maksimal," ujarnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua