Breaking

Elevasi Air Turun, Operasional PLTA Wonorejo Dipangkas Jadi 5 Jam

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Jumat, 03 Juli 2026
Elevasi Air Turun, Operasional PLTA Wonorejo Dipangkas Jadi 5 Jam
Perum Jasa Tirta (PJT) I memangkas waktu operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Wonorejo menjadi hanya lima jam per hari seiring menurunnya elevasi permukaan air Bendungan Wonorejo selama musim kemarau. (FOTO:NET)

TULUNGAGUNG - Merosotnya tingkat elevasi permukaan air di Bendungan Wonorejo sepanjang berlangsungnya musim kemarau memaksa pihak Perum Jasa Tirta (PJT) I mengambil langkah untuk memotong durasi operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Wonorejo.

Jika pada kondisi normal PLTA Wonorejo sanggup beroperasi selama 8 hingga 24 jam dalam sehari, kini durasinya menyusut menjadi sebatas lima jam saja per hari.

Kepala Sub Divisi Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) Sungai Brantas 2 Perum Jasa Tirta I Nina Meitasari memaparkan, tingkat elevasi permukaan air Bendungan Wonorejo kini menyentuh angka 169,74 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Ketinggian air tersebut mengalami penyusutan berkisar 10 meter apabila dikomparasikan dengan situasi sebelum tibanya musim kemarau yang sempat menembus angka 179 mdpl.

"Prioritas kami tetap memenuhi kebutuhan air baku dan irigasi masyarakat. Karena itu operasional PLTA kami sesuaikan menjadi lima jam setiap hari," kata Nina, Kamis (2/7/2026), dilansir dari Antara.

Nina memberikan uraian, langkah pembatasan waktu operasional tersebut terpaksa ditempuh lantaran volume debit air yang mengalir ke arah turbin kian menyusut sejalan dengan merosotnya elevasi waduk.

Apabila sebelumnya PLTA Wonorejo sanggup berputar di kisaran delapan sampai 24 jam setiap harinya, saat ini fasilitas pembangkit tersebut melulu dinyalakan mulai pukul 19.00 WIB sampai dengan 24.00 WIB atau bertepatan pada saat beban pemakaian listrik menyentuh titik puncak.

Sepanjang kurun waktu lima jam dinyalakan, PLTA Wonorejo dipastikan masih sanggup memproduksi daya listrik berkisar 5,7 megawatt (MW) dari total kapasitas terpasang sebesar 6,3 MW.

Berdasarkan penjelasan Nina, situasi yang berkembang saat ini sejatinya masih selaras dengan peta rencana pembagian alokasi air tahunan yang telah dirancang guna mengantisipasi tibanya musim kemarau.

Walaupun ketinggian elevasi waduk terdeteksi mengalami kemerosotan, pihak PJT I memberikan garansi bahwa fenomena alam tersebut belum memicu dampak buruk bagi ketersediaan pasokan air baku ataupun pelayanan saluran irigasi di wilayah Tulungagung serta area di sekitarnya.

Ketetapan untuk memotong durasi kerja PLTA sengaja diambil demi merawat cadangan air guna mencukupi hajat hidup warga sepanjang musim kemarau bergulir.

Pihak PJT I memberikan estimasi bahwa ketinggian air di Bendungan Wonorejo masih berpeluang merosot hingga menyentuh level 141 mdpl jikalau tidak didapati adanya aliran air masuk tambahan (inflow) di sepanjang musim kemarau ini.

"Apabila hujan mulai turun dan inflow kembali normal, kami akan melakukan pengisian waduk sesuai pola operasi yang telah ditetapkan," pungkas Nina.

 

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua