Breaking

Bandara Istanbul Geser Heathrow, Koneksi Global 337 Rute

BU
Sabtu, 19 September 2026
Bandara Istanbul Geser Heathrow, Koneksi Global 337 Rute
Bandara Istanbul Geser Heathrow, Koneksi Global 337 Rute

NAVIGASI.CO.ID — Bandara Istanbul menempati peringkat teratas Indeks Megahub 2026 dari Official Airline Guide (OAG), menggeser Bandara London Heathrow sebagai hub dengan konektivitas terbesar dunia. Peringkat ini dihitung dari jumlah koneksi penerbangan masuk dan keluar dalam rentang enam jam pada hari tersibuk, Minggu (2/8), serta jumlah destinasi yang dilayani.

Dari sisi kapasitas, Bandara Istanbul menempati peringkat kedelapan dunia dengan sekitar 337 rute global. Posisi Heathrow turun satu peringkat setelah koneksi potensialnya menyusut 6 persen dibandingkan hari tersibuk tahun lalu.

Peringkat 10 Besar Megahub Dunia 2026

OAG menempatkan Bandara Istanbul di puncak daftar, disusul Heathrow di posisi kedua dan Amsterdam Schiphol ketiga. Empat bandara Asia masuk sepuluh besar: Kuala Lumpur di peringkat keempat, Seoul Incheon keenam, Tokyo Haneda kedelapan, dan sisanya diisi bandara Amerika Serikat serta Eropa.

Bandara Internasional Kuala Lumpur menempati posisi keempat, diikuti Chicago O'Hare kelima, Seoul Incheon keenam, Frankfurt ketujuh, Tokyo Haneda kedelapan, Paris Charles de Gaulle kesembilan, dan Atlanta Hartsfield-Jackson kesepuluh.

Heathrow Terganggu Jadwal Timur Tengah

Penurunan peringkat Heathrow tidak lepas dari gangguan berkepanjangan pada jadwal penerbangan kawasan Timur Tengah. OAG mencatat kapasitas Heathrow ke wilayah tersebut turun 25 persen pada Agustus ini, yang berimbas langsung pada jumlah koneksi potensialnya.

Bagi penumpang Indonesia yang transit lewat Heathrow menuju Eropa atau Amerika, penurunan kapasitas ini berpotensi mempersempit pilihan jadwal lanjutan. Sebaliknya, menguatnya Istanbul dan Kuala Lumpur sebagai hub membuka alternatif rute transit yang lebih dekat secara geografis.

Dampak ke Rute Transit dari Indonesia

Kuala Lumpur yang bertahan di posisi keempat memperkuat posisinya sebagai pintu transit utama bagi penumpang dan kargo dari Indonesia ke Asia Timur, Eropa, dan Amerika. Maskapai nasional maupun swasta Indonesia yang bermitra dengan hub ini punya peluang menambah frekuensi penerbangan lanjutan.

Untuk sektor logistik udara, pergeseran kekuatan hub memengaruhi waktu tempuh dan biaya pengiriman barang. Rute transit yang lebih efisien di Istanbul atau Kuala Lumpur bisa memangkas waktu koneksi, meski keputusan akhir tetap bergantung pada kesepakatan slot dan kapasitas kargo masing-masing maskapai.

OAG belum merinci proyeksi peringkat tahun berikutnya. Namun tren gangguan jadwal di kawasan Timur Tengah dan pemulihan kapasitas bandara Asia akan menjadi faktor penentu apakah Istanbul mampu mempertahankan posisinya di puncak Megahub.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua