Breaking

ABUPI-IIEA Sepakati Standar Tata Kelola Pelabuhan

FI
Minggu, 20 September 2026
ABUPI-IIEA Sepakati Standar Tata Kelola Pelabuhan
ABUPI-IIEA Sepakati Standar Tata Kelola Pelabuhan

NAVIGASI.CO.ID — Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) menandatangani kerja sama dengan Indonesia ISO Expert Association (IIEA) di Jakarta, Rabu (16/9/2026), untuk memperkuat standar dan tata kelola badan usaha pelabuhan. Kolaborasi ini diarahkan pada peningkatan mutu pelayanan, kompetensi sumber daya manusia, dan efisiensi operasional anggota di sektor kepelabuhanan nasional.

Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) resmi menggandeng Indonesia ISO Expert Association (IIEA) dalam penandatanganan kerja sama yang berlangsung di Jakarta, Rabu (16/9/2026). Kerja sama ini menjadi bagian dari rangkaian Forum Konsolidasi ABUPI yang dihadiri jajaran pengurus kedua asosiasi beserta anggota.

Langkah tersebut menempatkan penerapan standar dan sistem manajemen sebagai fokus utama. Tujuannya mendorong tata kelola badan usaha pelabuhan yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada mutu layanan.

Dorongan Standar bagi Anggota

Ketua Umum ABUPI, Liana Trisnawati, menyebut kerja sama ini sebagai upaya agar anggota semakin memahami pentingnya standar, sistem manajemen, dan tata kelola dalam menjalankan kegiatan usaha.

"Kerja sama dengan IIEA menjadi bagian dari upaya ABUPI untuk mendorong anggota agar semakin memahami pentingnya standar, sistem manajemen, dan tata kelola dalam menjalankan kegiatan usaha," ujar Liana.

Ia berharap kolaborasi tersebut memberi pengetahuan dan manfaat konkret bagi anggota, sekaligus mendukung peningkatan mutu pelayanan dan profesionalisme badan usaha pelabuhan.

Berbagi Praktik dan Penguatan SDM

Dari sisi IIEA, kerja sama ini dipandang sebagai ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik penerapan standar yang relevan dengan kebutuhan sektor kepelabuhanan. Penguatan kompetensi sumber daya manusia dan tata kelola organisasi turut menjadi bagian penting yang disorong.

"Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik penerapan standar yang relevan dengan kebutuhan di sektor kepelabuhanan," kata Ketua Umum IIEA, Novian Amrah Putra.

Bagi pelaku usaha kepelabuhanan, penerapan standar yang konsisten berpotensi menekan pemborosan operasional dan mempercepat proses bongkar-muat. Dampak lanjutannya terasa pada waktu sandar kapal dan biaya logistik yang harus ditanggung pengguna jasa.

MoU dengan Mitra Strategis Lain

Pada kesempatan yang sama, ABUPI menandatangani Nota Kesepahaman dengan sejumlah mitra strategis. Mitra tersebut meliputi Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (GAPASDAP), Bank Mandiri, serta PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI.

ABUPI berkomitmen membuka ruang kerja sama dan pertukaran pengetahuan secara berkelanjutan. Sinergi ini diharapkan membantu anggota menghadapi tuntutan peningkatan mutu, efisiensi operasional, dan penguatan tata kelola usaha.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua