Bandara Nop Goliat Dekai Jadi Titik Tangkap Wadanyon OPM
NAVIGASI.CO.ID — Personel TNI menangkap Wakil Komandan Batalyon OPM Kodap 35 Bintang Timur, Abdon Kisamdu, di Bandara Nop Goliat, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Penangkapan di bandara ini menegaskan bandara perintis di wilayah pegunungan masih menjadi pintu masuk yang diawasi ketat aparat.
Abdon Kisamdu ditangkap personel TNI saat baru tiba di Bandara Nop Goliat, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Sabtu (19/9). Ia turun dari pesawat Trigana Air dengan nomor registrasi PK-YSC.
Penangkapan dilakukan personel Yonif 462 Pasgat bersama Satgas Mandala Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III. Setelah diamankan, Abdon langsung dibawa menjalani pemeriksaan.
Pengakuan di Pemeriksaan Awal
Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menyampaikan, dalam pemeriksaan awal Abdon mengaku datang ke Dekai untuk membeli sejumlah senjata api.
"Kepada personel TNI, Abdon Kisamdu mengaku tujuannya ke Dekai, Yahukimo, untuk melakukan transaksi pembelian sejumlah senjata api dari seseorang di daerah Kali Seng Yahukimo," ujar Lucky, dikutip dari Instagram Puspen TNI, Minggu (20/9).
Personel TNI juga menemukan bukti percakapan pada handphone milik Abdon yang diduga berkaitan dengan rencana transaksi tersebut. Temuan itu didalami sebagai bagian dari proses pemeriksaan.
Artinya bagi Pengawasan Bandara Perintis
Bandara Nop Goliat melayani penerbangan perintis ke Distrik Dekai, salah satu pintu utama menuju wilayah pegunungan Yahukimo. Penumpang dan kargo yang masuk lewat bandara ini melewati pemeriksaan aparat gabungan.
Penangkapan seorang petinggi kelompok bersenjata di area bandara menunjukkan pengawasan di simpul transportasi udara tetap jadi prioritas. Bandara perintis di Papua kerap menjadi satu-satunya jalur cepat masuk-keluar wilayah yang akses jalannya terbatas.
Penegasan Sikap TNI
Terpisah, Kapuspen TNI menegaskan pihaknya akan terus memperkuat langkah pengamanan di wilayah Papua. Tujuannya mencegah berbagai aktivitas ilegal yang dapat mengganggu keselamatan masyarakat.
"TNI akan bertindak tegas dan terukur terhadap setiap aktivitas yang mengancam keselamatan Masyarakat, terlebih penggunaan senjata yang dapat membahayakan nyawa orang orang tak berdosa," ujarnya.
Pemeriksaan terhadap Abdon masih berlanjut untuk menggali informasi lebih lanjut soal aktivitas dan tujuan kedatangannya di Yahukimo.