Harga Solar Naik, Margin Carrier Truk AS Tertekan
NAVIGASI.CO.ID — Kenaikan harga solar ritel di Amerika Serikat menekan margin perusahaan angkutan barang, dengan J.B. Hunt memperingatkan potensi penurunan laba 5% hingga 10% pada kuartal ketiga. Tekanan muncul karena harga solar grosir naik dua kali lebih cepat dibanding harga ritel, mempersempit selisih yang biasanya menjadi bantalan bagi pengangkut besar.
J.B. Hunt Transport Services merilis peringatan langka soal tekanan laba kuartal ketiga. Perusahaan angkutan barang besar Amerika Serikat itu memperkirakan penurunan laba 5% hingga 10% akibat kenaikan biaya bahan bakar dan pengemudi. Peringatan tersebut menjadi sinyal pertama bahwa lonjakan harga solar mulai menggerus margin operator logistik di pasar truk AS.
Harga solar ritel di AS naik sekitar 31% dari 5 Juli hingga 17 September. Harga solar grosir justru melonjak lebih dari dua kali lipat laju kenaikan ritel pada periode yang sama. Akibatnya, selisih antara harga ritel dan grosir menyusut sekitar 48%.
Mengapa Selisih Harga Ritel-Grosir Jadi Kunci
Perusahaan angkutan besar umumnya membeli solar dengan harga grosir atau yang dikenal sebagai harga rack, plus margin sekitar 2%. Ketika harga rack berada di level USD 3,89 per galon, tarif yang dibayar pengangkut sekitar USD 3,97 per galon. Sebagian biaya itu dialihkan ke pelanggan lewat fuel surcharge yang mengacu pada harga ritel.
Skema itu memberi bantalan saat harga solar berfluktuasi. Namun bantalan tersebut bergantung pada seberapa kompetitif pasar dan seberapa stabil harga bahan bakar. Di pasar yang ketat, operator menaikkan tarif dasar untuk mengurangi eksposur jangka panjang terhadap gejolak harga solar.
Selisih harga ritel dan grosir yang rata-rata hanya sedikit di atas USD 1 per galon sejak awal Juli memperlihatkan erosi margin. Sebagai perbandingan, rata-rata selisih pada 2022 hingga Maret tahun ini sekitar USD 1,25 per galon. Pada April hingga Juli, selisih sempat di atas USD 1,50 per galon sehingga operator menikmati keuntungan.
Beban Berat Kontrak Jangka Panjang
Masalah utama J.B. Hunt terletak pada bisnis dedicated dan intermodal. Tarif di kedua segmen itu dinegosiasikan untuk jangka panjang dan tidak di