Survei Kompas Tunjukkan Kepercayaan Rakyat kepada Polri Naik

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. (FOTO:NET)
Senin, 29 Juni 2026 | 11:48:09 WIB

JAKARTA - Koordinator Gerakan Indonesia Cerah (GIC) Febri Wahyuni Sabran menyatakan bahwa dalam masa pemerintahan Prabowo-Gibran yang tengah menyusun fondasi kepercayaan publik nasional, sokongan dari Polri yang dipercaya oleh masyarakat merupakan sebuah aset yang tidak ternilai harganya.

"Kepolisian yang dipandang positif oleh mayoritas publik dapat menjadi perekat sosial efektif, terutama di tengah dinamika politik yang kerap diwarnai ketegangan dan perbedaan pendapat tajam antara pemerintah dan kelompok-kelompok kritis di masyarakat," tutur Febri dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.

Ungkapan itu dilontarkan guna merespons hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyentuh 82,4 persen dan sebanyak 80,6 persen responden menganggap performa Polri kian membaik.

Oleh sebab itu, menurutnya, peningkatan kepercayaan publik ini menjadi modal sosial yang wajib dirawat, diperkokoh, serta dikonsolidasikan oleh Polri karena posisinya sebagai jembatan antara lembaga keamanan negara dengan warga yang diayominya.

Dalam ruang lingkup Indonesia yang tengah melewati masa transisi kepemimpinan serta menjumpai beragam tantangan sosial-politik, ia menilai fungsi Polri sebagai penstabil situasi, tameng demokrasi, serta rekan masyarakat menjadi kian vital dan tidak tergantikan.

Maka dari itu, Febri memandang eskalasi performa Polri menjadi indikator positif yang memperlihatkan bahwa Korps Bhayangkara sudah sukses meniti rute pembenahan diri secara konkret dan akurat di mata publik.

Di samping itu, ia mengemukakan bahwa tingginya persentase kepercayaan publik kepada Polri memberikan keabsahan sosial yang kokoh bagi lembaga kepolisian dalam mengimplementasikan tugasnya.

"Legitimasi ini bukan sesuatu yang dapat diperoleh secara instan, melainkan hasil dari proses reformasi yang konsisten, terukur, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di berbagai lapisan," ungkapnya.

Sebagai representasi dari elemen masyarakat sipil, dirinya berasumsi bahwa prestasi tersebut mempunyai keterkaitan yang sangat riil, yang mana keberhasilan transformasi Polri dalam sudut pandang publik membuka kans yang kian lapang bagi penguatan kolaborasi antara polisi dan warga dalam mengawal ketertiban sekaligus keamanan secara total.

Dirinya menggarisbawahi bahwa kepercayaan merupakan modal sosial yang paling bernilai dalam hubungan antara aparat keamanan dengan warga yang dilayaninya.

"Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit merupakan tulang punggung dalam menjaga stabilitas masyarakat dan negara," ujar Febri.

Ia menegaskan rasa optimistisnya bahwa Polri telah memperlihatkan kualitasnya sebagai lembaga yang sanggup menjadi pilar utama stabilitas warga serta negara secara kontinu.

Perspektif tersebut, ucapnya, merefleksikan ekspektasi masyarakat sipil terhadap Polri sebagai rekanan yang strategis, bukan sekadar lembaga otoritas yang bersifat menekan.

Febri memaparkan tatkala kepercayaan publik terbangun secara alami lewat transformasi yang nyata, maka peluang kolaborasi antara kepolisian dan elemen warga dalam mengawal stabilitas nasional akan menjadi jauh lebih masif serta makin berarti bagi seluruh pihak yang berkepentingan.

Gagasan PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan), menurut pandangannya, telah menjelma sebagai cetak biru utama dalam pembenahan internal Polri di bawah kendali Kapolri.

Ia menambahkan bahwa kerangka pemikiran tersebut diformulasikan untuk mengubah Polri dari lembaga yang sifatnya reaktif menjadi lembaga yang proaktif, dari yang awalnya tertutup menjadi transparan, serta dari yang hanya menegakkan regulasi menjadi penegak keadilan yang hakiki.

"Capaian survei Litbang Kompas menjadi validasi empiris bahwa konsep ini tidak hanya berdiam di tataran gagasan, tetapi telah menghasilkan perubahan yang dirasakan nyata oleh masyarakat luas," tuturnya.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati