Perempuan Pengidap Rabun dan Stroke Ditemukan Tewas di Dermaga Sampit
SAMPIT - Seorang wanita bernama Siti Aisyah (38) dijumpai dalam keadaan meninggal dunia di bawah area dermaga Pelabuhan Taksi Air Susur Sungai, Kompleks Pasar Pusat Perbelanjaan (PPM), Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Minggu (28/6/2026).
Jenazah korban didapati oleh warga sekitar jam 16.00 WIB dengan keadaan tertelungkup serta mengambang di bawah titian kayu dermaga.
Salah satu warga, Rahmat, mengutarakan bahwasanya sewaktu dijumpai korban masih memakai busana lengkap berupa baju batik berkelir hitam dengan corak merah muda serta alas kaki sepatu berwarna putih berpijakan merah muda.
"Posisinya tertelungkup di dalam air. Baju batiknya hitam motif merah muda dan sepatunya juga masih terpasang, warna putih dengan sol merah muda," ujar Rahmat, Senin (29/6/2026).
Kasi Humas Polres Kotawaringin Timur AKP Edy Wiyoko saat dimintai konfirmasi menuturkan, sesudah memperoleh aduan masyarakat, jajaran personel Satpolairud Polres Kotawaringin Timur bergegas merapat ke tempat kejadian perkara.
Mereka bersinergi dengan pihak Palang Merah Indonesia (PMI) guna mengevakuasi tubuh korban menuju ke RSUD dr Murjani Sampit.
"Anggota Satpolairud yang sedang melaksanakan tugas jaga mendapat informasi dari warga terkait adanya mayat yang mengapung di sekitar pelabuhan taksi air susur sungai Kompleks PPM Sampit."
"Selanjutnya anggota menuju TKP dan menghubungi PMI untuk membawa korban ke RSUD dr Murjani Sampit guna dilakukan visum," kata Edy dalam keterangan tertulis, Senin.
Mengacu pada pengakuan suami korban kepada aparat kepolisian, Siti Aisyah dalam kesehariannya rutin melangsungkan kegiatan di pinggiran Sungai Mentaya, seperti membersihkan perkakas makan serta membasuh diri.
Berdasarkan penjelasan Edy, korban pun mengidap kendala pada indra penglihatan serta sempat menderita stroke ringan.
"Korban sudah beberapa kali tercebur ke sungai, namun sebelumnya selalu sempat diselamatkan oleh suaminya. Korban juga mengalami rabun dan stroke ringan," ujarnya.
Catatan dari proses pemeriksaan visum luar tidak mendapati adanya tanda-tanda bekas penganiayaan pada jasad korban.
Di samping hal itu, pihak kerabat dekat juga memberikan pernyataan keberatan untuk dilangsungkan tindakan autopsi terhadap jenazah.
Walaupun kondisinya demikian, aparat kepolisian tetap melangsungkan tahapan penyelidikan mendalam demi memastikan pemicu mutlak dari meninggalnya korban.
"Kasus penemuan mayat ini tetap menjadi penyelidikan Satpolair Polres Kotawaringin Timur," kata Edy.