Mengenal Nasywaa, Mahasiswa Statistika UI Peringkat 1 CoC 3
JAKARTA - Tayangan serial kompetisi kecerdasan Clash of Champions (CoC) musim ketiga kembali menghadirkan salah satu kontestan tangguh yang berasal dari Universitas Indonesia (UI).
Sosok tersebut merupakan seorang mahasiswi bernama Nasywaa Ramadhanti Fauzi yang lebih akrab disapa dengan panggilan Nasywaa.
Nasywaa kini tengah menempuh pendidikan tinggi sebagai mahasiswi di Program Studi Statistika Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) untuk angkatan tahun 2023.
Dalam penayangan perdana episode satu yang disiarkan lewat kanal YouTube pada hari Minggu (28/6/2026), Nasywaa sukses menduduki posisi puncak perolehan nilai sekaligus mengunci peringkat pertama pada papan klasemen akhir.
Ia berhasil membuktikan kemampuan akademiknya dengan menjadi kontestan yang paling cepat menyelesaikan tantangan soal dalam sesi permainan Arithmetic Stereo.
Mengenai latar belakang pribadinya, Nasywaa merupakan seorang pemudi yang lahir di kota Jakarta pada tanggal 6 November.
Sebelum menginjakkan kaki di jenjang perguruan tinggi, ia terlebih dahulu merampungkan pendidikan tingkat menengah atas di MA Pembangunan UIN Jakarta.
Di samping fokus pada bidang akademik, ia juga memiliki kegemaran dalam bidang olahraga panahan serta tergolong aktif membagikan aktivitas di jejaring sosial via akun Instagram @nsywrf_.
Pada rekam jejak capaian akademiknya, Nasywaa tercatat sebagai salah satu mahasiswi penerima program Beasiswa Unggulan dari Kemendikdasmen untuk tahun rilis 2024.
Ketika masih duduk di bangku sekolah, dirinya memang dikenal telah mengoleksi banyak penghargaan serta medali tingkat internasional pada cabang ilmu matematika.
Konsistensi prestasi tersebut terus dipertahankannya hingga memasuki level perkuliahan melalui bidang kompetisi yang jauh lebih spesifik.
Pada periode tahun 2022, ia sukses memborong empat buah penghargaan emas sekaligus, meliputi Gold Award American Mathematics Olympiad (AMO), Gold Medal Kompetisi Sains Madrasah (KSM), Gold Award Singapore & Asian Schools Math Olympiad (SASMO), serta Gold Award International Kangaroo Mathematics Contest (IKMC).
Sementara pada tahun 2025, namanya kembali keluar sebagai pemenang dalam posisi 1st Place Data Science Competition FORTEX.
Saat berpartisipasi dalam ajang olimpiade di tingkat internasional, Nasywaa membagikan cerita bahwa kendala terbesar yang dihadapinya justru terletak pada pemakaian bahasa Inggris di dalam lembar pertanyaan.
Ia mengakui bahwa sebelum mulai merampungkan soal-soal ujian, dirinya kerap kali harus mengartikan susunan kosakata asing yang tertera terlebih dahulu.
"Nah, saat SMA aku pernah belajar mapel riset dan ada pengolahan data di dalamnya. Itu pertama kalinya aku kenal sama pengujian hipotesis dan merasa bahwa 'Kok kayaknya ngitung kayak gini seru juga ya?'. Long story short, hatiku pun berlabuh di Jurusan Statistika. Kalau UI sendiri memang dari dulu udah jadi dream university aku, makanya aku pun memilih untuk berkuliah di Jurusan Statistika UI," tutur Nasywaa, dikutip dari situs Ruangguru, Rabu (1/7/2026).
Bagi sebagian besar kelompok pelajar, terlebih pada usia anak-anak, mata pelajaran matematika kerap dianggap sebagai momok yang menakutkan.
Namun kondisi berbeda dirasakan oleh Nasywaa yang sudah menaruh ketertarikan pada dunia hitung-hitungan sejak masih duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar (SD).
"Saat itu, aku pernah ikut trial class les sempoa dan menurutku kelasnya seru banget. Turns out guruku juga melihat potensiku di bidang Matematika dan menyarankan aku untuk ikut math club di sekolah. Akhirnya, aku jadi sering ikut lomba-lomba Matematika dan keterusan deh sampai sekarang," kata Nasywaa.
Meski telah memahami betul potensi serta bakat pribadinya yang berkaitan erat dengan angka, Nasywaa menyadari bahwa dirinya kurang berminat jika harus mengambil bidang matematika murni.
Alasan itulah yang mendorongnya untuk mengeksplorasi pilihan program studi lain yang menitikberatkan pada implementasi praktis dari ilmu matematika.
Terkait dengan metode pembelajaran matematika, Nasywaa menitikberatkan bahwa setiap individu pada dasarnya wajib menguasai esensi konsep dasar dari suatu materi secara mendalam sebagai kunci utama.
"Aku selalu bilang ke semua orang bahwa kalau kami paham konsepnya, mau soalnya dimodif sedemikian rupa juga Insya Allah kami bisa jawab," ucap Nasywaa.
Metode belajar yang konsisten diterapkannya adalah dengan memahami secara matang terlebih dahulu mengenai konsep-konsep dari materi yang hendak dipelajari.
"Baru setelah itu banyak-banyak latihan soal supaya kami tahu cara menerapkan konsepnya seperti apa," ucapnya.
Selama berkuliah di Kampus UI, raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) milik Nasywaa tercatat bertengger di angka yang nyaris sempurna, yaitu mencapai 3,99.
Ia memaparkan bahwa metode belajar dengan mengandalkan sistem kebut semalam bukanlah opsi strategi yang tepat untuk bisa memperoleh hasil capaian tersebut.
"Jadi, strategi belajarku biasanya adalah mendalami dulu konsep materi-materi yang ingin aku pelajari, baru setelah itu banyak-banyak latihan soal supaya kami tahu cara menerapkan konsepnya seperti apa," bebernya.