Beragam Insentif Pemerintah Sokong Pasar Perumahan Subsidi

Ilustrasi rumah subsidi (FOTO: NET)
Rabu, 01 Juli 2026 | 15:11:01 WIB

JAKARTA - Berbagai bentuk insentif yang dikucurkan oleh pemerintah dinilai tetap menjadi pilar utama penyokong pasar perumahan subsidi di tengah kendala daya beli yang tengah dialami masyarakat.

Dukungan tersebut meliputi subsidi dari pemerintah pusat maupun daerah, BP Tapera, hingga fasilitas pembiayaan melalui Asabri yang ditujukan bagi anggota TNI dan Polri.

Direktur Utama PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) Khufran Hakim Noor mengungkapkan, nilai jual rumah subsidi relatif stabil lantaran belum mengalami lonjakan yang signifikan, sehingga tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam memiliki tempat tinggal pertama.

"Pesan saya untuk kepala keluarga yang belum memiliki rumah, belilah rumah subsidi sebagai rumah pertama. Bunganya flat hanya 5 persen hingga 20-30 tahun. Ini adalah langkah terbaik untuk melawan inflasi karena nilai aset rumah akan terus naik, berbeda dengan kendaraan yang nilainya menyusut," ujar Khufran, dikutip Rabu (01/07/2026).

Pihak GRIA juga menegaskan komitmennya untuk konsisten menghadirkan tempat tinggal yang layak serta terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Manajemen perusahaan menerangkan bahwa kebijakan ini sejalan dengan partisipasi dalam menyukseskan program pembangunan 3 juta unit rumah yang dicanangkan pemerintah lewat Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Khufran menambahkan, komitmen nyata tersebut diwujudkan melalui peningkatan kualitas bangunan, penataan kawasan yang berwawasan lingkungan, hingga penguatan tata kelola perseroan.

Bukan hanya itu, seluruh proyek hunian yang dikelola oleh GRIA saat ini sudah mengadopsi konsep rumah pintar (smart home).

Gagasan ini diterapkan melalui penyediaan fasilitas internet, pemenuhan air bersih, serta aliran listrik yang terintegrasi secara matang sejak awal perencanaan.

Ia menilai, penyiapan sarana infrastruktur tersebut dihadirkan untuk menyokong segala aktivitas penghuni yang menjalankan kegiatan bekerja maupun belajar dari rumah.

Khufran pun menegaskan, rekam jejak perseroan yang membentang selama lebih dari sepuluh tahun di industri properti membuktikan sebagian besar kawasan perumahan yang dibangun aman dari ancaman banjir serta didukung suplai air yang sangat memadai.

GRIA turut membeberkan pencapaian laporan keuangan mereka sepanjang tahun 2025.

Direktur Keuangan GRIA Hugofeber Parluhutan memaparkan, perseroan berhasil membukukan laba bersih hingga Rp 7,65 miliar pada tahun buku 2025 atau tumbuh sebesar 32,21 persen bila disandingkan dengan laba bersih tahun lalu yang berada di angka Rp 5,79 miliar.

"Hal ini menunjukkan kinerja keuangan Perseroan yang menguat dan stabil dengan mencatatkan penjualan sebesar Rp 69,06 miliar dari tahun sebelumnya Rp 65,02 miliar di tahun 2024," kata Hugofeber.

Berdasarkan penjelasan Hugofeber, pertumbuhan pendapatan sekaligus laba bersih ini didorong oleh efektivitas operasional serta tren positif pada penjualan unit rumah yang digarap oleh perusahaan.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati