Jepang Diterjang Hujan Lebat, JMA Peringatkan Banjir dan Longsor

Ilustrasi Kondisi cuaca hujan di Jepang (FOTO: NET)
Kamis, 02 Juli 2026 | 16:48:29 WIB

OHAYOJEPANG - Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan imbauan terkait risiko terjadinya curah hujan dengan intensitas tinggi sepanjang hari ke depan di sebagian besar wilayah negara, khususnya di bagian barat daya pulau utama Kyushu.

JMA mengumumkan pada Kamis (2/7/2026) pagi, bahwa fenomena pita hujan telah terbentuk di prefektur Nagasaki dan Saga di pulau tersebut, serta berpeluang merembet ke prefektur Oita dan Kumamoto.

Kondisi ini dapat menaikkan risiko terjadinya bencana tanah longsor, banjir di kawasan dataran rendah, hingga meluapnya debit air dari bantaran sungai.

Hujan dengan intensitas lebat terpantau pada Rabu (1/7/2026) dipicu oleh aliran massa udara lembap serta hangat yang bergerak menuju sistem tekanan rendah dan front hujan musiman yang tertahan di atas wilayah negara tersebut.

Pulau Tsushima yang berada di Prefektur Nagasaki, tepatnya di barat laut Kyushu, membukukan curah hujan melebihi 100 milimeter dalam jangka waktu tiga jam pada Rabu pagi.

Sistem front hujan dan tekanan rendah diperkirakan bakal bergeser ke arah timur membelah pulau utama Honshu hingga Kamis hari ini, yang rawan mengakibatkan hujan lebat serta badai petir.

Badan Meteorologi Jepang juga mengingatkan bahwa warga harus senantiasa bersiaga terhadap ancaman angin kencang, termasuk potensi kemunculan tornado.

Dalam rentang waktu 24 jam sampai pukul 18.00 hari Kamis, JMA memproyeksikan curah hujan menyentuh 150 milimeter di pulau utama Shikoku serta wilayah Kyushu bagian utara dan selatan.

Berikutnya, curah hujan diestimasi mencapai 120 milimeter di area Kinki dengan pusat di Prefektur Osaka, serta 100 milimeter di area Kanto-Koshinetsu yang meliputi Tokyo.

Akumulasi volume hujan selama periode tersebut berpotensi melampaui estimasi awal terutama pada wilayah-wilayah yang menjadi tempat terbentuknya pita hujan.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati